background img

WASPADA, SEMINGGU 5 KALI KEBAKARAN

6 months ago written by
24 MEI 2017 - KEBAKARAN 1

Balikpapan – Untuk kesekian kalinya musibah kebakaran terjadi di Balikpapan. Kali ini api menghanguskan salah satu warung di jalan Syarifuddin Yoes, RT 35, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Rabu (24/5, pukul 06.45 Wita.

Bangunan non permanen tersebut milik Munakip (44), warga Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Api berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian. Sementara sumber api masih dalam penyelidikan. “Sumber api masih kita selidiki. Namun, disitu tidak ada arus listrik. Dugaan sementara ada orang yang bakar-bakar di sekitar, kemudian api menyambar warung itu,” ujar Kepala BPBD Balikpapan Suseno saat dikofirmasi KPFM. Kebakaran yang menyasar warung milik Munakip tersebut, menambah jumlah insiden kebakaran di Balikpapan menjadi 5 kejadian. Itu dalam kurun waktu tak sampai satu minggu.

24 MEI 2017 - KEBAKARAN 2

Lima kebakaran itu terjadi di kawasan jalan Jenderal Sudirman, RT 25, Kelurahan Gunung Bahagia, kawasan jalan Pandan Barat, RT 14, Kelurahan Margasari, serta di Perumahan Korpri, jalan Praja Bakti, RT 7, Kelurahan Sepinggan Baru, yang terjadi Sabtu (20/5). Kemudian kebakaran di kawasan jalan Soekarno Hatta Km 15, RT 31, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang terjadi Senin (22/5), dan yang terakhir di kawasan jalan Syarifuddin Yoes tersebut.

Kepala BPBD Balikpapan Suseno mengimbau, agar masyarakat selalu waspada. Apalagi, di saat bulan Ramadhan yang memerlukan penggunaan api yang begitu banyak. “Di bulan Ramadhan ini tentu ada peningkatan penggunaan api, untuk keperluan memasak di kala sahur, buka puasa, dan lain-lain. Saat sahur kami minta masyarakat agar selalu waspada, dalam hal ini jangan sampai mematikan kompor setelah memasak sahur,” imbau Suseno.

Imbauan tersebut juga diperkuat oleh pihak kepolisian Polres Balikpapan melalui Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto. Menurutnya, selain waspada, warga diminta untuk tak segera panik saat terjadi kebakaran. “Warga juga harus memperhatikan kondisi listrik. Apalagi kalau rumahnya berada di dalam pemukiman banyak penduduk. Jika ada kebakaran kecil jangan langsung panik. Tapi berusahalah untuk memadamkannya dengan cara-cara cepat seperti menutup api dengan handuk yang basah. Hal itu agar mencegah api tak langsung membesar. Karena kalau panik dan harus panggil tetangga tanpa ada upaya pemadaman maka api tersebut, bukan tidak mungkin akan membesar,” katanya.

Iptu Suharto juga berharap, agar para Ketua RT (Rukun Tetangga) melakukan sosialiasi terhadap pemadaman awal. “Kami berharap para RT juga melakukan sosialisasi di wilayahnya masing-masing terhadap cara pemadaman api awal dengan menggunakan cara-cara sederhana, seperti yang saya bilang tadi. Atau untuk pencegahan, warga juga bisa menyiapkan Apar (Alat Pemadam Kebakaran) 5 kilogram di rumah masing-masing,” tambahnya. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title