background img

WASPADA, HUJAN MASIH AKAN TERJADI

3 hari ago written by
WASPADA, HUJAN MASIH AKAN TERJADI (3)

KPFM BALIKPAPAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi masih akan turun hujan hingga tiga hari ke depan. Meski intensitasnya lebih banyak hujan ringan sampai sedang. Di mana potensi besar terjadi pada malam dan dini hari.

Prakirawan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida menyampaikan itu ketika dimintai komentarnya oleh KPFM soal kondisi hujan yang terjadi di Balikpapan pada Kamis (13/6) hari ini. Kata dia, hujan yang mengguyur Kota Minyak sejak subuh dinihari hingga siang masuk kategori lebat.

“Curah hujan tadi pagi, dengan durasi sekitar 1 jam, tercatat 54 milimeter. Sedangkan pengukuran dari jam 8 pagi sampai 11 siang tercatat 75 milimeter, ini masuk kategori lebat,” katanya.

Dia pun memperkirakan hujan dengan kondisi serupa masih akan terjadi di Balikpapan hingga tiga hari ke depan atau sampai Minggu (16/6). Hal ini sesuai data yang dihimpun BMKG Balikpapan.

“Itu sesuai data kami, dipredikisi hujan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Intensitasnya rendah hingga sedang atau cukup deras. Kalau hujan dengan intensitas tertinggi sudah terjadi pada tanggal 2 Juni lalu. Jadi, saat ini diperkirakan intensitas hujan antara ringan sampai sedang,” sebutnya.

Mengingat hujan masih akan terjadi, Diyan mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaannya. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah ketinggian. Sebab, di daerah ketinggian rawan terjadi longsor yang dapat membahyakan jiwa manusia. “Waspada banjir dan tanah longsor di titik-titik yang memang rawan terhadapt bencana tersebut,” ucapnya.

Imbauan serupa juga disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Suseno. Ia mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dengan kondisi cuaca yang sedang terjadi saat ini.

“Selalu waspada. Selain banjir, bencana¬† longsor juga patut diwaspadai. Karena 85 persen kota ini berbukit-bukit. Semua kawasan harus siaga dan waspada, apalagi intensitas hujan bila semakin tinggi,” kata Suseno.

Lebih lanjut ia meminta warga untuk mengecek kembali turap rumah mereka, khususnya yang tinggal di daerah tinggi atau berbukit. Seperti di kawasan Prapatan, Telaga Sari, Gunung Sari, Gunung Samarinda. “Kan, ada turap yang sudah puluhan tahun. Cek kondisinya, masih kuat apa sudah rapuh terutama yang dari kayu,” ujarnya.

Selain itu,  saluran air juga diperhatikan agar tak terjadi penyumbatan aliran yang dapat membuat air menggenang.

“Diperlukan kepedulian masyarakat untuk mengawasi aliran air dan turap di lingkungan mereka,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *