background img

VAPE JUGA BERISIKO KANKER PARU

2 minggu ago written by
VAPE JUGA BERISIKO KANKER PARU (3)

KPFM BALIKPAPAN – Awal Agustus merupakan peringatan Hari Kanker Paru Sedunia. Tepatnya setiap tanggal 1 Agustus. Jumlah penderita kanker paru di Indonesia pun semakin meningkat. Bahkan penderitanya ada yang berusia di bawah 40 tahun.

“Baru-baru ini ada pasien yang masih berusia 17 tahun sudah mengidap kanker paru, dengan jenis kelamin perempuan,” demikian disampaikan dr. Elies Pitriyani, Sp.P yang praktik setiap hari di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB).

Elies memaparkan itu pada segmen Interactive Healthy Care bersama RSPB, di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin (5/8).  Talkshow dengan tema Waspada Gejala Kanker Paru tersebut dipandu Elyana Sesil. Hadir pula Humas RSPB Liza Permatasari.

“Gejala kanker paru itu mirip dengan gejala TBC. Seperti batuk lebih dari tiga minggu, berat badan turun, nafsu makan berkurang, batuk darah serta demam. Yang membedakan adalah hasil diagnose setelah dilakukan rontgen dan CT scan. Jadi jika merasakan gejalanya segera periksakan,” jelas dokter spesialis paru ini.

Ia mengingatkan, perokok memiliki risiko menderita kanker paru sebesar 85 persen. Sedangkan untuk perokok pasif memiliki risiko yang sama sebesar 25 persen. “Sehingga risiko kanker paru bukan hanya diidap oleh perokoknya, tetapi juga pada orang-orang yang ada di sekitarnya,” tambahnya.

Beberapa tahun belakangan ini hadir rokok elektrik yang disebut Vape, yang “katanya” tidak berbahaya bagi kesehatan. Ternyata itu hanya mitos. “Rokok yang dibakar dan rokok elektrik itu bahayanya sama karena mengandung nikotin. Terlebih cairan Vape yang mengandung rasa, bisa menyebabkan radang paru,” tutupnya. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *