background img

VAKSIN MR BARU 33 PERSEN

6 bulan ago written by
IMG_20180920_133059

KPFM BALIKPAPAN – Realisasi imunisasi vaksin Measles dan Rubella (MR) di Kota Balikpapan yang sudah berlangsung sejak awal Agustus lalu, belum berjalan maksimal dan masih jauh dari target.

Hingga saat ini, cakupan dari program nasional tersebut masih di angka 33 persen. Padahal, target pencapaian pemberian imunisasi MR secara nasional sebesar 95 persen.

Kondisi ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Dinas Kesehatan Kota (DKk) bersama Puskesmas untuk melakukan sosialisasi lebih gencar lagi.

“Pencapaian imunisasi MR di Balikpapan masih 33 persen lebih. Angka ini diperoleh dari pelaksanaan imunisasi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Ballerina saat diwawancarai KPFM di Kantor Wali Kota Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman, Kamis (20/9).

Menurut wanita berkacamata itu, penyebab rendahnya pencapaian imunisasi MR itu dikarenakan masih ada sekolah ataupun orang tua murid yang masih menolak untuk divaksin. Dengan alasan masih ragu atas kehalalan vaksin tersebut.

“Masih ada sekolah atau orang tua yang menolak. Meski begitu, kami akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi campak dan rubella. Imunisasi ini sangat baik untuk kesehatan anak,” ujarnya.

Adapun upaya yang dilakukan DKK, lanjut wanita murah senyum itu, pihaknya akan melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah ataupun orang tua yang masih menolak. Dengan harapan, sekolah ataupun orang tua itu menerima dan mau diberikan vaksin.

“Kami akan lakukan pendekatan. Sebenarnya untuk SD dan SMP sudah selesai bulan Agustus lalu, tapi karena ada kendala jadinya tidak semua sekolah diimunisasi. Nah, untuk sekolah-sekolah yang belum itu akan kami berikan di bulan September ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi juga mengaku jika realisasi dari program nasional tersebut di Kota Balikpapan masih sangat rendah. Hal itu dikarenakan masih adanya sekolah ataupun orang tua yang menolak anaknya diberikan vaksin.

“Masih rendah. Bahkan kalau dari data, pencapaian nasional juga rendah. Di Balikpapan, upaya yang dilakukan nanti pendekatan secara bertahap dengan mendatangi sekolah-sekolah yang menolak kampanye imunisasi Vaksin Measles dan Rubella. Nanti, petugas di lapangan akan memberikan penjelasan yang detail tentang manfaat vaksin ini,” kata Rizal.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu mengaku, pelaksanaan program imunisasi MR bagai anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun di Balikpapan sejauh ini berjalan lancar. Walaupun di lapangan masih ditemukan kasus penolakan, baik itu dari pihak sekolah maupun orang tua murid.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Soal sekolah atau orang tua yang masih menolak, itu hanya perlu diberikan penjelasan saja. Makanya nanti kami lakukan pendekatan bertahap,” tandasnya. (Fredy Janu/Kpfm)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *