background img

TRUK NAAS RAPAK TABRAK ATURAN

8 months ago written by
17 FEB - 3 TABRAK ATURAN (RAPAK)

Balikpapan – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Sudirman Djayaleksana menilai, truk Fuso KT 8408 XQ yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Rapak jalan Soekarno Hatta Km 0,5, Kamis (16/2) pukul 07.40 Wita, telah melanggar aturan.

Namun demikian, hal itu tak diungkapkan secara tegas. Karena penilaian itu hanya melalui foto yang tersebar di beberapa media. Pasalnya, pihaknya tak sempat melakukan pemeriksaan langsung truk tersebut, karena ketika tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kendaraan naas itu sudah tidak ada. Penyelesaian lakalantas tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian.  “Saya hanya lihat gambar truk itu di media online Prokal.co. Bila dicermati, truk tersebut telah melanggar aturan,” katanya saat dikonfirmasi KPFM via telefon, Kamis (16/2).

Menurut Sudirman, berdasarkan pengamatan pada foto dalam berita yang dilansir Prokal.co, truk pengangkut rumput laut tersebut masuk jenis kendaraan 20 feet. Walaupun muatan truk tersebut tak melebihi kapasitas, namun tetap dinilai melanggar Perwali Nomor 60 Tahun 2016, yang merupakan hasil revisi dari Perwali Nomor 33 Tahun 2009 tentang Pengaturan Jam Operasional Kendaraan Angkutan Alat Berat/Angkutan Peti Kemas dan Truk/Kendaraan Besar dan Kendaraan Lain Sejenisnya dalam Kota Balikpapan. “Seharusnya mobil truk seperti itu tidak boleh melintas pada jam tersebut. Dan itu sudah melanggar,” ungkap Sudirman. Dalam aturan tersebut tertulis, kendaraan angkutan peti kemas 20 feet dan truk- truk/kendaraan besar dilarang melintas di jalan-jalan protokol dalam Kota Balikpapan pada pukul 06.30 Wita sampai dengan 09.30 Wita, dan pada pukul 15.00 Wita sampai dengan 18.00 Wita, sekalipun hari libur. “Lakalantas di Rapak tadi kan terjadi saat waktu-waktu yang dilarang dalam Perwali”, terangnya.

Bila memantau aktivitas lalu lintas di jalan-jalan utama Balikpapan, sejauh ini masih banyak kendaraan besar yang berseliweran pada waktu yang diatur Perwali. Atas hal ini, Sudirman mengatakan akan lebih memperketat pengawasan di lapangan dengan berpegang pada regulasi Perwali yang telah direvisi. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title