background img

TETAP PERSOALKAN BANJIR, RINTO TEMPUH JALUR HUKUM

2 months ago written by
PicsArt_09-13-02.56.08

Balikpapan – Setelah dirawat semalam di Siloam Hospitals Balikpapan, Rinto akhirnya diizinkan pihak rumah sakit kembali ke rumahnya, Selasa (12/9). Rinto adalah mahasiswa massa aksi damai yang menerima tindakan represif oknum Kepolisian.

Rinto kembali ke rumah kontrakannya yang berada di kawasan jalan Pupuk Raya, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, sekira pukul 13.00 Wita. Saat dijumpai KPFM di kediamannya tersebut, Rinto mengatakan saat ini kondisinya cukup baik. Namun masih ada beberapa bagian tubuhnya yang memar dan masih terasa sakit.

“Sudah agak mendingan. Tapi, di bagian perut saya masih sakit. Karena pas kericuhan kemarin kepala saya dipeteng dan bagian perut saya dipukul hingga saya tak sadarkan diri. Sampai saat ini saya masih bernafas pelan-pelan karena masih sakit di bagian perut,” ucapnya sembari memegang bagian perutnya.

Saat ditanyai soal kelanjutan aksi yang membuatnya terpaksa diinapkan di rumah sakit, mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) itu menegaskan dirinya bersama seluruh mahasiswa yang tergabung dalam aksi damai tersebut akan tetap melanjutkan perjuangan menyikapi persoalan banjir di Kota Balikpapan.

“Saya dan kawan-kawan lainnya akan tetap melanjutkan perjuangan ini. Adanya persoalan di lapangan yaitu chaos kemarin, tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap menyuarakan persoalan banjir di kota Balikpapan. Rencananya kami akan melakukan konsolidasi bersama kawan-kawan yang tergabung dalam aksi untuk membahas langkah selanjutnya,” kata Rinto.

Disinggung sikapnya terhadap tindakan represif oknum Kepolisian hingga membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit, Rinto mengatakan, dia dan kawan-kawannya sangat menyanyangkan.

Atas hal itu, dia bersama beberapa rekannya akan menempuh jalur hukum untuk menyikapi tindakan oknum Kepolisian itu. “Tentu saya sangat menyayangkan, dalam artian saya melihat tindakan Kepolisian sangat berlebihan atau represif. Sejauh ini saya sudah berkomunikasi dengan Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum (LKBH) Uniba untuk membicarakan persoalan tindakan represif tersebut. Entah nanti kita tempuh jalur hukum atau seperti apa, saat ini kami masih melakukan kajian internal berdasarkan fakta di lapangan,” papar aktivis HMI Balikpapan itu.

Seperti diketahui, aksi damai mahasiswa dari berbagai organisasi menyikapi persoalan banjir Kota Balikpapan yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (11/9), berujung ricuh dengan aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian. Beberapa mahasiswa lainnya terkena pukulan dan tendangan dari oknum aparat, termasuk Rinto, hingga membuatnya tak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title