background img

TELINGA PANJANG PIKAT PAN INDO HASH

2 weeks ago written by
PicsArt_09-09-10.59.40

Balikpapan – Kebudayaan suku Dayak Kaltim berhasil memikat ribuan peserta Pan Indo Hash 2017. Mulai dari pesona tarian, busana, aksesoris, hingga kehadiran warga asli suku pedalaman menyita perhatian peserta dari seluruh Indonesia dan beberapa negara.

Hal ini tampak pula terlihat saat dua tarian khas Dayak Kaltim ditampilkan di atas panggung Welcome Party Pan Indo Hash 2017 yang diselenggarakan di BSCC Dome, Balikpapan, Jumat malam (8/9).
Tarian Estetika Borneo dan Hudoq berhasil menghibur ribuan peserta. Bahkan, saat pembawa acara memberikan waktu bagi peserta untuk berfoto dengan para penari, mereka spontan berlari ke arah panggung.
Penari Hudoq dengan kostum dari daun pisang serta topeng penutup kepala pun jadi obyek selfie.

PicsArt_09-09-11.03.05

Selain tarian, stan budaya Dayak juga terlihat dibanjiri peserta hash. Mereka juga dihibur alunan nada dari petikan Sapeq yang dimainkan dua personel Sapeq Ansemble of Balikpapan Society yakni Muhammad Fadly dan Angkasa Irwansyah.

Yang paling menarik lagi, ternyata di stan itu juga terlihat sepasang orang tua bertelinga panjang asli suku Dayak Kenyah yang dihadirkan dari Desa Budaya Pampang. Keduanya mengenakan baju serta aksesoris khas Dayak Kenyah.

Pasangan suami istri, Deti dan Tegi dari Tasikmalaya mengaku sangat senang bisa melihat orang Dayak serta budayanya secara langsung. Dan ini pertama kalinya bagi mereka.

“Selama ini kan kami hanya melihatnya di media. Sekarang bisa melihat langsung orang Dayak yang telinganya panjang-panjang. Rasanya senang sekali dan ternyata mereka memang unik. Saya tertarik sama aksesoris mereka,” papar Deti.

Tegi menambahkan, budaya yang unik seperti ini sangat berharga dan perlu dilestarikan karena bisa mengundang wisatawawan baik domestik maupun asing untuk datang ke sini.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan Oemy Facessly mengaku sengaja mendatangkan warga Dayak Kenyah bertelinga panjang dari Pampang karena diyakini dapat menarik perhatian peserta hasher yang datang dari berbagai kota dan negara.

“Ternyata mereka sangat appreciate terhadap kebudayaan Kaltim, terutama suku Dayak bertelinga panjang yang sudah semakin langka dan sedikit jumlahnya,” ujarnya. Pan Info Hash 2017 yang diikuti 1.788 peserta ini berlangsung tiga hari, dari tanggal 7 hingga 9 September. (RARA/KPFM)

Article Categories:
Events · News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title