background img

TANGKAL DBD, 3 RIBU KELAMBU AIR DISEBAR DI BALSEL

5 months ago written by
16 FEBRUARY 2017 - 1 KELAMBU AIR

Balikpapan – Ribuan kelambu air siap disebar di Kecamatan Balikpapan Selatan (Kalsel) sebagai wilayah pilot project penerapan inovasi penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).  Hal ini seperti diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Balerina saat menghadiri acara Pencanangan Pilot Project Pengendalian Penyakit DBD dengan Kelambu Air di Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (16/2) pagi. Dia mengatakan, akan ada sekitar 3 ribu kelambu air diberikan ke Kecamatan Balikpapan Selatan, kemudian disebar ke seluruh masyarakat. Kelambu air tersebut hasil dari CSR Pertamina, PDAM, dan BPJS Kesehatan Kota Balikpapan. “Ini masih uji coba dan pilot projectnya di Balikpapan Selatan. Karena tahun lalu angka kasus DBDnya paling tinggi, yaitu sebanyak 979 kasus,” jelasnya.

Untuk sementara ini jumlah kelambu air yang diterima dari BPJS sekitar seribu, dari Pertamina mendapat dana Rp 82 juta atau sekitar seribu lebih kelambu air, dan dari PDAM juga sekitar itu. “Kita juga masukkan proposal ke beberapa perusahaan lain, semoga bisa membantu,” tukasnya.

Realisasi kelambu air yang diterapkan di Balsel ini, lanjut Balerina, akan dievaluasi keberhasilannya pada triwulan pertama tahun 2017. Dan apabila berhasil mencapai Angka Bebas Jentik (ABJ) sesuai standar yaitu 95 persen, maka inovasi ini disebarluaskan pada seluruh Kecamatan di Balikpapan. “Penerapan 3M harus tetap dilaksanakan, hanya saja dikolaborasi dengan kelambu air yang ditutupkan pada penampungan air,” jelas Balerina.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang turut hadir pada acara tersebut juga sangat mendukung inovasi penanggulangan DBD ini. Karena, menurutnya, untuk ke depannya lebih menguatkan pada kegiatan promotif preventif, seperti Gerakan Masyarakat Sehat. Termasuk inovasi kelambu air. “Ini kan upaya pencegahan timbulnya penyakit DBD. Semoga masyarakat mau membudayakan pemakaian kelambu air. Karena dari hasil uji cobanya cara ini efektif untuk menangkal supaya jentik tidak berkembang menjadi nyamuk, karena tempat penampungannya ditutup,” urainya. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title