background img

SPT ELEKTRONIK BADAN SUDAH 6 RIBU LEBIH

2 minggu ago written by
SPT ELEKTRONIK BADAN SUDAH 6 RIBU LEBIH

KPFM BALIKPAPAN – Segmen Bincang Pajak pada program Karir dan Keluarga (KK) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, edisi siar Rabu (10/4), masih mengetengahkan seputar Wajib Pajak (WP) dan SPT Tahunan.

Talkshow yang dipandu announcer Jessica Vathur tersebut menghadirkan Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen DJP Kaltimra, Rumisih. Ia didampingi tiga orang Pelaksana Bidang P2Humas, masing-masing Alvian Dony Purwanto, Andhika Ryan Debbianto, dan Mohamad Ari Purnomo Aji.

Pada perbincangan siang tersebut Rumisih menjelaskan,

Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar, pemotong dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Wajib Pajak Badan adalah perusahaan di Indonesia, seperti Perseroan Terbatas (PT), Firma, CV, koperasi dan yayasan yang memiliki badan hukum.

Dia mengatakan, target tahun ini untuk pelaporan SPT WP Badan melalui e-Filing untuk Kanwil DJP Kaltimra adalah 17.393. Sedangkan realisasi SPT Elektronik Badan sampai dengan hari ini (10/4) adalah 6.276.

“Pelaporan bisa dilakukan dengan datang langsung ke KPP, menggunakan e-Filing atau bisa dikirimkan via pos. Batas akhir pelaporan SPT Tahunan Badan sampai dengan 30 April 2019,” ujarnya.

Dijelaskan, kelebihan e-SPT Tahunan PPh adalah menghemat waktu tanpa harus antre dan tidak perlu datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak), memiliki dokumentasi yang lebih baik berupa data elektronik yang dapat dijadikan back up, dan tidak perlu tempat khusus. “Kelebihan lainnya adalah lebih ramah lingkungan, karena penggunaan kertas yang lebih sedikit,” imbuhnya.

Rumisih mengatakan, untuk UMKM yang memiliki omset di bawah 4,8 miliar per tahun, cukup bayar PPh Final 0,5 persen. “Jika belum memiliki badan hukum, bisa menggunakan NPWP WP Orang Pribadi,” ujarnya.

Alvian Dony Purwanto mengingatkan, lebih awal lebih nyaman untuk melaporkan SPT Tahunan WP Badan.

“Untuk pertanyaan seputar pajak, bisa menghubungi Kring Pajak di 1500 200 atau melalui live chat di www.pajak.go.id,” katanya.

Untuk WP Badan yang belum bisa melakukan SPT Tahunan, dikarenakan audit yang belum selesai atau karena ada alasan lain, bisa mengirimkan surat pemberitahuan ke KPP, sebelum berakhirnya batas pelaporan.

“Tetapi, tetap ada lampiran yang menyertai seperti laporan keuangan sementara. Karena untuk SPT Tahunan WP Badan ada lampirannya, seperti laporan rugi laba, neraca dan daftar aktiva,” ujar Alvian. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *