background img

SKK MIGAS EDUKASI 46 WARTAWAN KALIMANTAN DAN SULAWESI

2 minggu ago written by
SKK MIGAS EDUKASI 46 WARTAWAN KALIMANTAN DAN SULAWESI (3)

KPFM BALIKPAPAN – Peran media sangat penting dalam dunia migas. Di tengah upaya melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, kehadiran media menjadi penting untuk menyampaikan informasi ke publik.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Syaifuddin, saat membuka kegiatan Edukasi dan Media Gathering  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kotraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, di Four Point Hotel Makassar, Selasa (8/10).

Menurut Syaifuddin, media dapat menyampaikan hal-hal baik mengenai upaya SKK Migas bersama KKKS dalam mencari dan memproduksi minyak untuk memenuhi konsumsi masyarakat Indonesia. Namun demikian, pihaknya tidak menutup diri dari kritik media yang tujuannya untuk perbaikan.

“Silakan kritik yang tujuannya untuk perbaikan industri ini ke depan semakin lebih baik. Kemudian, melalui pemahaman yang tepat dari rekan-rekan jurnalis, kami harapkan semua pihak bisa saling memahami pentingnya eksplorasi migas bagi negara kita,” kata Syaifuddin dalam kegiatan yang dihadiri sedikinya 46 wartawan dari berbagai media di kawasan Kalimantan dan Sulawesi.

Syaifuddin berharap, pemahaman itu bisa disampaikan secara tepat pada masyarakat luas. Bahwa industri migas yang ditetapkan sebagai industri strategis nasional tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan berbagai pihak. “Pemerintah Daerah punya peran penting, begitu juga instansi lembaga serta dukungan dari media massa, dan masyarakat,” ujarnya.

Syaifuddin melanjutkan, kegiatan edukasi dan media gathering ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk terus memberi informasi dan berkomunikasi pada jurnalis di daerah guna kelancaran operasi kegiatan hulu migas. “Agar dapat mewujudkan ketahanan energi bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Syaifuddin juga menyinggung perkembangan media. Khususnya digital, yang tumbuh sangat cepat dan menjadi  pilihan utama masyarakat. “Karena sangat penting melibatkan media dalam membangun opini publik yang positif bagi industri hulu migas,” imbuhnya.

Kegiatan ini, lanjut dia, juga merupakan amanah pemerintah. Dengan konsumsi BBM Indonesia yang tidak sebanding dengan produksi, dibutuhkan kegiatan eksplorasi di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

“Kegiatan-kegiatan eksplorasi dipahami oleh semua pihak sebagai upaya negara untuk tetap menjaga ketahanan energi nasional. Sehingga tidak ada kata lain, bahwa seluruh elemen masyarakat harus mendukung kegiatan eksplorasi migas ini di setiap daerahnya,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Edukasi dan Media Gathering juga menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya praktisi media sosial, Hariqo Wibawa Satria. Direktur Eksekutif Komunikonten itu menjelaskan kekuatan media sosial untuk penunjang bisnis.

Menurutnya, keberadaan media sosial yang menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan informasi menjadi ancaman tersendiri bagi media mainstream. Publik ini sudah mulai bergeser untuk mencari informasi melalui media sosial dibandingkan melalui media mainstream.

“Masyarakat lebih memilih untuk mencari informasi melalui media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Melalui media sosial setiap orang pribadi dapat menyebarkan informasi tanpa tersaring terlebih dahulu, padahal belum terbukti kebenarannya,” ujarnya.

Akibatnya, masyarakat menjadi rawan untuk gampang terkonsumsi informasi yang tidak benar atau hoax yang disebarkan oleh akun-akun media sosial. Menyikapi hal tersebut, Hariqo menegaskan jika diperlukan peran pemerintah untuk memberikan pemahaman dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

“Sehingga publik tidak gampang terpengaruh dengan isu yang belum tentu kebenarannya. Dan kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial,” imbuhnya.

Hariqo juga menuturkan, pemerintah sudah sejatinya harus berpihak untuk mendukung penuh keberadaan media mainstream. Hal ini dilakukan untuk melindungi keberadaan media mainstream terhadap ancaman media sosial semakin berkembang pesat. “Pemerintah kalau netral tidak baik juga, harus memihak agar kondisi yang terjadi dapat diatasi,” jelasnya.

Keberpihakan itu dilakukan dalam bentuk regulasi untuk mengatur keberadaan media sosial. Termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencerna informasi dari media sosial. “Keberpihakan itu bisa ditunjukkan misalnya dengan imbauan dari  Dinas Pendidikan setempat agar para guru menulis di beberapa media, itu salah satu bentuk dukungan,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *