background img

SKK MIGAS DAN JURNALIS KOMPAK DI MALINO

2 minggu ago written by
SKK MIGAS DAN JURNALIS KOMPAK DI MALINO (3)

KPFM BALIKPAPAN – Kegiatan Edukasi dan Media Gathering Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kotraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, di Kota Makassar memasuki hari kedua, Rabu (9/10).

Adapun agenda di hari ke dua ini adalah team building media melakukan kunjungan ke Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kota kecil berjarak sekitar 80 kilometer dari Makassar ini lebih dikenal dengan  kawasan ketinggian yang identik dengan hutan pinus dan udaranya yang dingin.

Media ini pun ikut dalam rombongan bersama sejumlah wartawan media massa seperti Kaltim Post, Samarinda Post, Balikpapan Post, Viva Borneo dan sejumlah media lainnya. Secara keseluruhan, para jurnalis yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 46 orang.

Sebelum perjalanan ini dimulai, para jurnalis berkumpul terlebih dahulu di Ballrom Four Point Makassar sebagai meeting point awal. Di sana sudah menunggu tim dari SKK Migas dan sejumlah pemandu kegiatan ke Malino. Kemudian, empat bus pariwisata warna putih yang siap mengantar rombongan menuju Malino juga sudah terparkir rapih.

Tepat pukul 09.00 Wita rombongan berangkat. Dibutuhkan perjalanan kurang lebih tiga jam dari hotel Four Point untuk tiba di Malino. Di sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi pemandangan alam yang indah, mulai hamparan sawah, Bendungan Bili-Bili, aliran sungai, hingga gunung-gunung hijau yang tampak sambung-menyambung. Jalan menanjak dan berkelok-kelok ini ramai oleh kendaraan berukuran besar.

Sekitar 60 menit meninggalkan Makassar, jalan yang dilalui semakin meninggi. Truk besar juga semakin sedikit jumlahnya. Yang ada hanyalan mobil pribadi. Adapula truk berukulan kecil. Kemungkinan adalah milik wisatawan lokal.

Semakin ke puncak semakin sejuk udaranya. Kendaraan yang didapati juga semakin berkurang. Hanya jalannya semakin berkelok. Rombongan pun semakin menikmati perjalanan ini.

Tak terasa dua jam 30 menit rombongan duduk di dalam bus. Pertanda sudah memasuki wilayah Malino. Di kanan dan kiri tampak pohon pinus memanjakan mata. Tingginya sekitar 20 meter. Mereka menawarkan kesejukan.

Saat memasuki kawasan ini, waktu sudah menujukan pukul 11.30 wita. Matahari juga semakin terlihat. Artinya jam makan siang telah tiba. Rombongan berhenti sejenak untuk menyantap makan siang di salah satu rumah makan di kawasan Malino.

Setelah makan siang usai, melanjutkan perjalanan ke daerah yang lebih tinggi lagi. Tinggal selangkah lagi  tiba di tempat tujuan yang sebenarnya ingin dikunjungi.

Ya, hanya sekitar 15 menit dari tempat makan akhirnya sampai juga di suatu desa yang bernama Bulubalea. Di sini terdapat sebuah tempat wisata yang tak kalah menarik. Ada sebuah tempat wisata terkenal bernama Malino Highland. Sebuah perkebunan teh seluas mencapai 200 hektare.

Sejauh mata memandang hanya ada tanaman teh. Namun, sayang sekali saat ini adalah musim kemarau sehingga kehijauannya sedikit memudar. Meski begitu, tempat wisata ini tetap memberikan kesan pesona alam sangat menawan.

Selain itu juga menawarkan udara yang sangat bersih, serta pegunungan dan barisan bukit yang mengelilingi wilayah tersebut. Sehingga tidak salah jika Malino Highlands  tercatat sebagai salah satu landmark dunia.

Untuk mengabadikan momen, rombongan berpencar mencari spot-spot buat foto. Setelah puas berfoto, kegiatan dilanjutkan dengan bermain games yang menawarkan tantangan khusus.

Semua peserta diwajibkan mengikuti semua rangkaian kegiatan ini. Di bagi beberapa kelompok kecil, kemudian berlomba secara tim atau kelompok selama kurang lebih dua jam.

Di kegiatan itu, semua menjadi satu, dan bersama-sama larut menikmati keindahan dan dinginnya alam Malino. Dalam berkegiatan semua dilakukan dengan akrab dan kompak, nuansa kekeluargaan.

“Hari kedua Edukasi dan Media Gathering ini memang banyak di isi dengan permain. Tujuan untuk mempererat, baik masing-masing rekan wartawan dan juga rekan-rekan humas KKKS yang beroperasi di wilayah Sulawesi dan Kalimantam secara keseluruhan,” kata Kepala Departemen Kehumasan SKK Migas Kalsul, Sebastian Julius Abas usai kegiatan.

Ia berharap, melalui kegiatan ini satu sama lain  dapat saling memahami dan saling mengenal. Kemudian, kegiatan ini juga sangat bermakna dan berkesan buat semua.

“Yang bisa kami petik dari kegiatan ini adalah, terbentuknya tim yang solid, terjalin kekompakan dan kebersamaan. Kegiatan ini  rutin dilakukan setiap tahun. Tentu berdasarkan tema yang memang sudah kita persiapkan,” ucapnya.

Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian diarahkan menuju kafe kebun teh untuk cofeebreak sebelum kembali ke Makassar. Jarak dari pintu masuk kebun ke kafe lumayan dekat tidak sampai 200 meter. Sampai disini rombongan bisa melihat dengan jelas betapa luasnya kebun teh dari atas puncak. Dan tepat pukul 16.30 Wita,  kembali ke Makassar. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *