background img

SERIBU LEBIH PELANGGAR MELAWAN ARUS

6 months ago written by
19 MEI 2017 - 1000

Balikpapan – Hingga memasuki hari kesebelas, Jumat (19/5), Operasi Patuh Mahakam 2017 yang dilaksanakan Polres Balikpapan mulai 9 Mei lalu, sudah menjaring sedikitnya 1.227 pelanggar lalu lintas. Pelanggaran yang paling sering adalah melawan arus, termasuk pada lintasan Bundaran Rapak yang tidak mengikuti arah jarum jam, sehingga menimbulkan risiko kecelakaan.

Hal ini diutarakan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Balikpapan Ipda Edi Sulistyo saat talkshow program KK Jessica di radio KPFM 95,4 Mhz, Jumat (19/5). Edi Sulistyo didampingi staf Dikyasa Aipda Iwan Kurniawan. Menurutnya, selain melawan arus pengendara roda dua, pelanggar tertib lalu lintas lainnya di antaranya abai penggunaan helm pengaman, tak mentaati ketentuan menyalakan lampu, serta luput pada kelengkapan berkendara.

Dikatakan, pelanggar tidak menggunakan helm dikenakan sanksi denda Rp200 ribu, tidak menyalakan lampu Rp100 ribu, tidak memiliki SIM Rp1 juta, dan tidak membawa STNK didenda Rp500 ribu. Saat ditanya tentang keterlibatan anak sekolah dalam Operasi Patuh, Sulistyo belum bisa memastikan jumlah tepatnya. Karena, menurutnya, Operasi Patuh digelar bukan pada  jam pergi dan pulang sekolah.

“Apabila ada anak sekolah yang melanggar, biasanya pihak Satlantas akan memberikan teguran tertulis yang akan disampaikan kepada pihak sekolah. Sedangkan untuk pelanggaran dengan tindakan mengisi blanko tilang, pembayaran langsung dilakukan pada bank,” ujarnya. Sulistyo berharap, para pengendara setelah Operasi Patuh ini lebih tertib dan mentaati rambu-rambu lalu lintas, dan saling menghargai pengendara lain. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title