background img

SEMUT DAN GERKATIN BALIKPAPAN GELAR PEKAN TULI INTERNASIONAL 2017

2 months ago written by
IMG-20170909-WA0004-01

Balikpapan – Komunitas Semangat Muda Tuli (SemuT) Balikpapan dan Gerakan Kesejahteraan untuk Tuna Rungu (Gerkatin) akan mengadakan Pekan Tuli Internasional pada 24 September 2017. Berbagai rangkaian kegiatan akan diadakan dari seminar hingga pentas seni. Hal tersebut dipaparkan dalam program Community Talk KPFM 95.4 Mhz yang dipandu Iwenk.

Hairani, salah satu relawan SemuT didampingi Agnes dan Dendi perwakilan dari SemuT dan Pipit mewakili Gerkatin Balikpapan mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Tuli Internasional 2017, komunitas SemuT dan Gerkatin Balikpapan akan mengadakan berbagai kegiatan. “Jadi tanggal 24 September itu rencananya akan ada pawai kecil-kecilan dan seremonial. Selain itu, juga ada performance dari teman-teman tuli sendiri, seperti pantomim, tarian Dayak, baca puisi bahasa isyarat dan kolaborasi akustik. Acara yang rencananya diselenggarakan di Lapangan Merdeka itu dimulai pukul 06.00 hingga 11.00 Wita dengan tema Inklusi Penuh untuk Memakai Bahasa Isyarat. Semua acara itu terbuka untuk umum,” ujarnya pada pendengar KPFM.

Dikatakannya, selain acara hiburan yang dilaksanakan satu hari tersebut, SemuT dan Gerkatin juga mengadakan acara lain yang bersifat internal, yakni mengadakan beberapa seminar untuk mengedukasi teman-teman tuli yang ada di Balikpapan. Menurutnya, seminar seperti tentang kesehatan hampir tidak pernah didapat tuli secara langsung.
Mengenai tema Pekan Tuli Internasional 2017 ini, bagi Hairani inklusi diartikan sebagai metode penyatuan penyelenggaraan pendidikan antara teman-teman berkebutuhan khusus dan teman-teman pada umumnya perlu diterapkan di Balikpapan, mengingat cukup banyak jumlah anak tuli di Kota Minyak ini.

“Dengan adanya kelas inklusi tersebut mereka bisa saling memotivasi, mengedukasi, dan menghargai satu sama lain. Terutama pada mereka yang berkebutuhan khusus. Jadi dengan begitu, pergaulan untuk teman-teman tuli juga akan semakin meluas tidak hanya dengan orang-itu saja,” papar Hairani.

Di samping itu, inklusi penuh juga bisa diterapkan pada pelayanan publik dengan memasang running text untuk memudahkan teman-teman tuli agar bisa mandiri. Selama ini running text hanya terdapat di bandara, sedangkan mereka juga sering ke apotek, Samsat dan tempat pelayanan publik lainnya.

Mereka berharap, inklusi penuh nantinya bisa diterapkan di Balikpapan, karena mereka ingin lebih mudah untuk bisa bersaing dalam pekerjaan. Dari segi kemampuan mereka juga bisa dilatih. Kemudian mereka juga ingin lebih banyak lagi masyarakat yang bisa berbahasa isyarat. Jadi bisa berkomunikasi dengan lebih banyak orang untuk saling bertukar pengalaman.

“Dengan begitu kita bisa lebih berempati dan saling menghargai. Karena sebenarnya teman-teman tuli itu sama seperti kita dalam segi apapun. Mereka ingin disetarakan dari segi komunikasi dan lain-lain. Serta bisa lebih banyak lagi yang belajar bahasa isyarat untuk saling support satu sama lain. Dari situ juga kita akan bisa melihat, bahwa keseharian dan perjuangan hidup mereka sangat luar biasa,” paparnya mengakhiri talkshow.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang komunitas SemuT Balikpapan dan belajar bahasa isyarat bisa langsung mengunjungi instagramnya di @semut_bpn. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title