background img

SAMPAH KAMPUNG ATAS AIR BERMASALAH

2 weeks ago written by
logom kp PNG

Balikpapan – Pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ternyata tidak berjalan lancar di semua wilayah Balikpapan, salah satunya di kawasan kampung atas air Margasari, Kelurahan Baru Tengah Balikpapan Barat. Masyarakat sekitar harus iuran setiap bulan untuk membayar warga yang mengambil sampah dari rumah ke rumah. Karena iuran tak berjalan lancar, maka pembuangan sampah di perkampungan itu pun tersendat.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Baru Tengah Bacco mengatakan, sebelumnya memang ada petugas kebersihan yang mengambil sampah ke wilayah ini. Tetapi, entah sejak kapan petugas tersebut tidak pernah terlihat lagi, hingga akhirnya warga kampung atas air yang terdiri dari lima RT ini membentuk kelompok kecil berjumlah 4 warga untuk mengambil sampah dari rumah ke rumah, kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) di dekat pasar. Sayangnya, itu terhenti dikarenakan tidak lancarnya iuran dari masyarakat.

“Sebelumnya ada petugas yang setiap sore mengambil sampah. Upahnya diambil dari iuran bulanan warga sebesar Rp3 ribu hingga Rp5 ribu setiap rumah. Karena masyarakat tidak rutin membayar, petugas sampah yang dari warga sekitar akhirnya tidak mau lagi mengangkut sampah dari rumah ke rumah,” ujarnya baru-baru ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kebersihan Susarno angkat bicara. Dirinya membenarkan bahwa memang sudah tidak ada lagi petugas dari DLH yang mengangkut sampah wilayah kampung atas air sejak 2015 dikarenakan petugasnya dialihkan ke pasar Pandansari.

“Setelah 2014 memang ada peralihan pelimpahan pengurusan sampah dari Dinas Pasar ke Dinas Kebersihan Kota,” ucap Susarno saat diwawancarai KPFM, Senin (4/12).

Menurut Susarno, petugas kebersihan dan truk sampah yang jumlahnya terbatas tidak bisa menangani dua tempat sekaligus. Sedangkan, untuk penambahan tenaga tidak ada anggaran tambahan dari pemerintah.

“Jadi mau tidak mau warga kampung atas air yang mau membuang sampah itu harus langsung ke TPS terdekat yang ada di dekat jembatan,” imbuhnya.

Rencananya, tahun 2018 nanti Susarno akan memberdayakan 10 warga sekitar kampung atas air Margasari untuk menjadi petugas kebersihan yang mengambil sampah dari rumah ke rumah. “Semoga anggaran untuk penambahan petugas sampah di tahun 2018 disetujui,” harapnya. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title