background img

RSPB MENUJU AKREDITASI PARIPURNA

1 bulan ago written by
RSPB MENUJU AKREDITASI PARIPURNA (3)

KPFM BALIKPAPAN – Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) baru saja usai menjalani proses penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) 2018 edisi 1. Saat ini, Rumah Sakit di jalan Jenderal Sudirman ini masih menunggu hasil penilaian tim survei dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Jika lolos, maka RSPB akan menyandang status akreditasi paripurna.

“Jadi tanggal 2 hingga 5 September RSPB kedatangan tim survei dari Komite Akreditasi Rumah Sakit untuk akreditasi SNARS tahun 2018 edisi 1. Dan saat ini kami sedang menunggu hasilnya, sekitar dua atau tiga minggu. Harapannya kita lolos dengan paripurna bintang lima,” kata Kepala Managemen Bisnis RSPB, Dr Rosman JH kepada KPFM, Selasa (10/9).

Ada pun tujuan dari akreditasi ini adalah suatu upaya untuk memberikan perlindungan dan kepastian mutu pelayanan dan keselamatan pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

“Akreditasi ini adalah upaya-upaya untuk keselamatan pasien atau patient safety. Dalam hal ini tidak hanya persoalan pelayanan atau perawatan pasien yang dirawat di RS, tapi juga bagaimana memberikan edukasi kepada pasien atau masyarakat agar tidak menjadi sakit,” ujarnya.

Salah satu program edukasi kepada masyarakat tersebut adalah melalui Interactive Healthy Care (IHC) yang bekerja sama dengan Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan. Program yang hadir setiap hari Senin dari pukul 11.00-12.00 Wita ini bertagline Solusi Kesehatan Untuk Anda.

“Program IHC ini sudah memasuki tahun ketiga bersama Radio KPFM. Ini sangat membantu masyarakat seputar solusi kesehatan. Ke depan kita akan membuat inovasi-inovasi yang lebih beraneka ragam agar masyarakat yang mendengarkan program ini tidak jenuh,” ungkapnya.

Melalui program ini, manajemen RSPB juga sesekali memperkenalkan layanan-layanan unggulan terbaru yang ada di RSPB. Seperti layanan Diabetes Terpadu, Pusat Kesehatan Kedokteran Kerja serta layanan Home Care.

“Home Care ini ada dua tipe. Yang pertama Home Visit yang dilakukan oleh tenaga medis, baik bidan, perawat dan dokter. Satu lagi Home Stay, pelayanan kesehatan selama 24 jam. Home Stay secara prosedur bisa dilakukan tanpa harus datang ke RSPB, hubungi hotline 0811 542 773 dan dokter akan melakukan survey seperti apa kondisi pasien,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *