background img

RIZAL: MEMUNGKINKAN TIAP TAHUN PDAM NAIK

10 months ago written by
17 FEB 2017 - 1 RIZAL EFFENDI

Balikpapan – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku belum mendapat laporan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan terkait usulan rencana menaikkan tarif air bersih. “Saya belum terima itu. Tentunya kalau ada usulan akan kita bahas di lingkungan pemerintah kota (pemkot) mengenai alasan dan pertimbangannya sehingga harus dinaikkan. Apakah rasional atau tidak?” ujar Rizal saat ditemui KPFM usai menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Lombok Barat di aula Kantor Walikota jalan Jenderal Sudirman, Kamis (16/2).

Walikota menegaskan belum bisa memastikan apakah kenaikan itu bisa diterima atau ditunda. “Intinya kita lihat dulu, soalnya belum ada pengajuan ke Pemerintah Kota. Pasti ada plus minusnya. Lalu bagaimana dampaknya ke konsumen? Kita tunggu dulu pengajuannya,” ujarnya. Rizal mengakui, dalam Peraturan Daerah (Perda) pihak PDAM memungkinkan untuk menaikan tarif tiap tahun. Tapi harus melihat lagi dampaknya dan melalui beberapa kajian.

“Memang sulit kita mendiskusikan bagaimana kondisi masyarakat dan sebagainya, makanya kita lihat dulu pertimbangan rasionalnya. Apa sih yang menjadi pertimbangan mereka sehingga harus menaikkan tarif,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, PDAM Balikpapan berencana akan menaikkan tarif air sebesar 8 sampai 9 persen. Saat ini BUMD itu masih menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota Balikpapan untuk menaikan tarif air tersebut. “Saat ini masih dalam pembahasan perhitungan. Kita tunggu keputusan Wali Kota dulu. Tapi kenaikan itu di bawah 10 persen,” kata Dirut PDAM Tirta Manggar Balikpapan Haidir Effendi, baru-baru ini.

Haidir menjelaskan, kenaikan tarif air itu mengikuti laju inflasi. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta tarif listrik yang sudah naik menambah biaya produksi air PDAM. Rencana kenaikan tarif ini sempat menimbulkan pro kontra. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Abdul Yajid menilai rencana itu terlalu terburu- buru. Sedianya perusahaan daerah ini harus lebih dulu meningkatkan kualitas pelayanan yang selama ini dinilai masyarakat belum maksimal. “Menurut saya kenaikan tarif PDAM itu sangat tidak layak, karena layanan selama ini pun belum maksimal. Artinya wacana kenaikan tarif itu tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang mereka berikan,” ujar pengamat hukum Piatur Pangaribuan yang juga rektor Universitas Balikpapan (Uniba). (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title