background img

RIBUAN IKAN MATI DI KLANDASAN

6 bulan ago written by
IMG-20181004-WA0088

KPFM BALIKPAPAN – Warga pesisir pantai di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, tepatnya di RT 06 belakang gedung DPRD Balikpapan dihebohkan dengan banyaknya ikan yang tiba-tiba terapung di permukaan laut hingga berserakan di bibir pantai, Kamis (4/10) sore.

Alimudin (48) warga RT 06 yang pertama kali melihat kejadian tersebut mengaku, fenomena itu diketahui sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu dia hendak pergi berendam di laut, tiba-tiba dia melihat banyak ikan mati yang diketahui jenisnya ikan Bete-Bete muncul ke permukaanpermukaan.

“Tadi sore itu saya ke laut mau berendam, karena kaki saya keram. Setelah mandi saya lihat kok banyak kilat-kilat. Ternyata ikan Bete-Bete. Saya lihat juga ternyata di pantainya banyak juga yang berserakan. Nah, saya langsung panggil anak-anak untuk ambil kompek dan kasih tahu semua warga kalau banyak ikan di pantai,” kata Alimudin saat ditemui KPFM, Kamis malam.

Alimudin mengaku fenomena ini baru pertama kali dilihatnya. Namun, dia tidak mau berspekulasi ada hal mistis di balik pemandangan langka tersebut. Apalagi dikaitkan dengan bencana tsunami. Mengingat banyak orang yang mengatakan bahwa kalau banyak ikan mati di pantai itu pertanda mau tsunami. Ia hanya menduga kemungkinan ikan-ikan tersebut sengaja dibuang orang ke laut.

“Mungkin dibuang orang, karena ikannya segar-segar. Tadi istri saya juga sempat menggoreng ikannya untuk dimakan dan saya tidak kenapa-kenapa. Kalau mau tsunami sangat tidak mungkinlah. Ikannya ini satu jenis saja kok,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RT 06 Klandasan Ulu, Siti Aminah mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah semua warga beramai-ramai ke tepi pantai.

“Saya melihat banyak warga menuju pantai. Karena penasaran, saya juga menyusul ke sana. Ternyata banyak ikan yang terapung dan berserakan di pantai. Saat melihat kejadian itu saya langsung mengimbau warga untuk mengumpulkan semua ikannya. Dan jangan dikonsumsi sebelum pihak terkait memberikan keterangan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Dinas Perikanan Balikpapan Heri yang bertugas mengambil sampel di lokasi kejadian pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 Wita mengatakan bahwa, banyaknya ikan yang mati tersebut bukan disebabkan karena bahan kimia, atau tumpahan minyak dan lainnya. Melainkan, ikan-ikan tersebut merupakan ikan yang sengaja dibuang oleh para nelayan.

“Ini sudah biasa terjadi. Biasanya para nelayan itu kalau mendapat ikan banyak, yang kecil-kecil dibuang. Nah, kalau di TPI Manggar ikan ini disebut ikan sampah, karena nggak dipakai. Tapi ikan ini biasanya digiling atau dijemur oleh warga di TPI Manggar untuk dicampur ikan asin,” kata Heri yang juga Kordinator TPI Manggar saat memberikan penjelasan kepada warga.

(Fredy Janu/Kpfm)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *