background img

RATUSAN WARGA DONGGALA MASIH TRAUMA

9 bulan ago written by
PicsArt_10-09-07.19.47

 

KPFM BALIKPAPAN РMasih trauma. Itulah yang dirasakan warga di empat desa Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, pasca diguncang gempa bumi berkekuatan 7,7  skala richter, Jumat (28/9) lalu.

Selain rumah hancur, rasa traumalah yang membuat mereka masih terus berada di kamp pengungsian, sejak sesaat gempa mengguncang sampai saat ini.

Sementara untuk kamp pengungsian, berdasarkan penelusuran KPFM langsung ke Kabupaten Donggala, berada di lahan perkebunan di dataran tinggi, sekitar 4 kilometer dari perkampungan. Ada sebanyak 200an KK (Kepala Keluarga) yang memilih mengungsi di kamp tersebut.

“Kami di sini ada sekitar 500an orang. Setelah gempa mengguncang, warga langsung ke sini. Itu malam hari. Ini nama tempatnya Langaoge. Waktu itu ada warga yang hanya membawa baju di badan saja mengungsi ke sini. Karena memang kita panik waktu malam itu. Sehingga kami langsung ke Langaoge ini. Ini daerah tempat orang tua kita mengungsi saat gempa terjadi 1968 lalu,” kata Amran Bisari, salah satu warga di tempat pengungsian tersebut, Minggu (7/10).

Warga di kamp penampungan tersebut berasal dari Desa Tompe, Desa Lompio, Desa Lende dan Desa Lende Tovea. Sampai saat ini, belum diketahui kapan mereka kembali ke desa mereka masing-masing.

“Rumah kami rusak. Untuk sementara waktu kami masih bertahan di sini. Kami di sini semua masih truma. Kami takut. Sehingga kami belum berani kembali di desa masing-masing,” tambahnya.

Di tempat pengungsian itu, masih sangat membutuhkan tenda dan bantuan sembako. “Bantuan sudah ada yang masuk. Tapi masih kurang, karena jumlah kami di sini banyak. Kita juga kekurangan tenda. Karena tenda-tenda yang ada saat ini tidak memadai. Belum lagi kalau hujan, kasian anak-anak kedinginan,” ujar Amran.

Untuk diketahui, Kecamatan Sirenja merupakan salah satu daerah terdampak peristiwa gempa di Kabupaten Donggala. Ratusan rumah hancur di kecamatan yang berada di daerah Pantai Barat tersebut. Kecamatan Sirenja ini, berada sekitar 100 kilometer dari Kota Palu. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *