background img

RATUSAN KORBAN SIGI MASIH TERTIMBUN

6 bulan ago written by
WWW.KAPEFM.COM

KPFM BALIKPAPAN – Kondisi salah satu perkampungan di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini masih memprihatinkan. Ratusan bangunan rumah hancur dan tertimbun lumpur, akibat gempa bumi disusul gerakan tanah, Jumat (28/9) lalu.

Berdasarkan pengakuan warga setempat, setelah gempa sebesar 7,7 skala richter (SR) mengguncang, tanah di daerah tersebut retak. Dari retakan tanah itu keluar air diikuti lumpur.

Selang beberapa saat, terjadi gerakan tanah. Tanah bergerak bersama lumpur yang terus keluar dari dalam retakan. Pergerakan tanah pun membuat perkampungan yang berada di atasnya berpindah sejauh 2 kilometer.

“Tanahnya bergerak diikuti lumpur. Rumah-rumah terbawa dan ikut berpindah, gara-gara gerakan tanah,” kata Riswan, salah satu warga yang tinggal di dekat perkampungan tersebut kepada KPFM, Kamis (4/10).

Saat kejadian, dia melihat langsung bagaimana peristiwa alam itu memporak-porandakan ratusan rumah. “Banyak rumah yang terhisap ke dalam lumpur dan tertimbun lumpur,” tambahnya.

Sementara saat terjadi gerakan tanah diikuti lumpur, di lokasi kejadian sedang berlangsung acara para siswa-siswi dari SMA 2 Palu. Kegiatan tahunan sekolah khusus murid beragama nasrani itu digelar di gereja yang berada tepat di lokasi pergerakan tanah.

Mika, salah satu orang tua siswa yang menjadi korban peristiwa tersebut, menceritakan kejadian berdasarkan kesaksian teman dari anaknya yang belum ditemukan.

“Anak saya panitia di acara itu. Namanya Windy Fransiska. Belum ditemukan sampai sekarang. Ada beberapa temannya yang selamat. Kata temannya itu, saat kejadian, acara sedang berlangsung. Karena gempa, semua keluar ke halaman gereja. Lalu saat itu, keluar lumpur dari rekahan-rekahan tanah akibat gempa. Kemudian tanah bergerak. Mereka ikut terbawa, bangunan-bangunan pun ikut bergerak, termasuk gereja. Rumah-rumah ada yang mulai masuk ke dalam lumpur,” katanya.

Di gereja saat itu, kurang lebih 150 orang di dalamnya. Diprediksi, ada sebanyak 300an warga yang tertimbun di dalam lumpur. “Siswa yang ada di gereja, kemudian warga, kalau 300an orang ada. Itu yang tertimbun,” ujar Mika.

Tim SAR saat ini tengah melakukan evakuasi di lokasi kejadian tersebut. Satu alat berat dikerahkan untuk mencari korban, yang diduga berada di dalam reruntuhan bangunan dan di dalam tumpukan tanah.

Sama seperti Kota Palu, warga Kabupaten Sigi khususnya yang terdampak peristiwa gempa bumi dan tanah bergerak yang diikuti munculnya lumpur juga membutuhkan bantuan logistik, khususnya sembako. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *