background img

PSIKOSOMATIS BERAWAL DARI STRES

2 minggu ago written by
PSIKOSOMATIS BERAWAL DARI STRES (3)

KPFM BALIKPAPAN – Di era digital yang serba memudahkan ini ternyata muncul beragam keluhan kesehatan yang dirasakan masyarakat luas. Mulai dari obesitas hingga stres. Psikiater dr . Djuhani P Putri, Sp. KJ dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) menjelaskan seputar itu pada segmen Interactive Healthy Care (IHC) di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin (12/8).

Menurutnya, stres adalah awal mula beragam penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran mempengaruhi tubuh hingga penyakit muncul, atau memperburuk penyakit fisik yang sudah ada .  Sering kali keluhan fisik bermunculan, walaupun tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang, seperti MRI , rontgen, atau tes darah.

“Ini merupakan gangguan psikosomatis. Jadi ngomongin tentang stres ini merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Tapi bagaimana caranya untuk mengatasi dan mengolah rasa stres itu agar tidak menimbulkan berbagai gangguan kesehatan itu yang musti dipahami. ” ujar Djuhani saat bincang dengan announcer Elyana Sesil.

Dijelaskannya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar stres tidak mengganggu kesehatan, yaitu dengan mengubah pola pikir, mengubah perilaku, dan mengubah gaya hidup.

Djuhani yang akrab disapa Dokter Hani ini mengatakan, kita harus berpikir positif jika mengalami suatu masalah agar bisa diselesaikan dengan bijak. Bukan dengan emosi yang berlebih. “Selain itu kita juga harus melakukan gaya hidup yang lebih baik dari biasanya, seperti makan menu sehat serta olahraga, tidur cukup, dan menghibur diri dengan suasana yang menyenangkan,” sarannya.

Menurutnya lagi, stres merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri, apabila tidak dikelola dengan baik dapat Ini pun bisa mengakibatkan munculnya beberapa masalah kesehatan seperti asam lambung, diabetes, insomnia, jantung, sariawan/bibir kering, bahkan rambut rontok, jerawat dan gatal-gatal.

“Jika stres sudah mengganggu aktivitas harian dan membuat sulit tidur, lalu ada perubahan perilaku yang mulai mengganggu, segeralah ke psikiater. Jangan malu atau gengsi untuk ke psikiater, karena kita bisa mengolah rasa stres dengan mengenali sumber stresnya dan cara menyelesaikannya agar bisa kembali fokus,” ujarnya. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *