background img

PROGRAM SANTRIPRENEUR SASAR HIDAYATULLAH

1 minggu ago written by
PROGRAM SANTRIPRENEUR SASAR HIDAYATULLAH (3)

KPFM BALIKPAPAN – Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Balikpapan menjadi salah satu sasaran program Santripreneur Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindsutrian (Kemenperin) Republik Indonesia.

Dengan nama Wira Usaha Baru (WUB) Santri Berindustri, program tersebut diresmikan langsung Direktur Jenderal (Dirjen) IKMA Gati Wibawaningsih, Jumat (12/4).

“Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi. Karena sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi serta mengembangkan berbagai unit bisnis. Seluruh potensi ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Gati.

Adapun pengembangan usaha di pesantren yang berlokasi di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur yakni di bidang busana.

Dalam hal ini, para santri diberikan pelatihan alias bimbingan teknis (bimtek) mengenai pembuatan busana selama 5 hari, mulai tanggal 12-16 April 2019.

Selain itu, lanjut Gati, pihaknya juga memberi fasilitas penunjang pembuatan busana seperti mesin jahit hight speed, setrika, mesin obras benang, gunting listrik, mesin pelubang kancing, mesin pemasang kancing, mesin neci, mesin overdeck, genset, etalase, meja kerja dan press KANCING

“Total semuanya yang kita berikan senilai Rp400 juta. Sebanyak 10 mesin jahit, 2 unit mesin obras dan alat-alat lainnya,” bebernya.

Di Kalimantan, Ponpes Hidayatullah merupakan satu-satunya dan pertama kali tersentuh program ini. Tahun 2019, sebanyak 27 ponpes menjadi target pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan para santri.

“Program ini sudah ada sejak tahun 2013 lalu. Cakupan ruang lingkup pembinaan kami di antaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan minuman, perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca. Ada juga konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair serta pendampingan berstandar nasional garam beryodium,” tuturnya.  (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *