background img

PRESTASI BALIKPAPAN DI PORPROV TERANCAM

8 months ago written by
IMG-20180926-WA0016

KPFM BALIKPAPAN – Prestasi olahraga Balikpapan di ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan berlangsung di Kutai Timur akhir tahun nanti terancam.

Hal itu menyusul adanya sikap dari sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang menyatakan siap mundur dari event empat tahunan itu. Alasannya? Dana yang diterima tidak sesuai yang diinginkan. Bahkan janji Rp 5 miliar yang dinanti, seakan tidak terwujud.

Buntut dari persoalan ini, sedikitnya 30 Cabor, Selasa (25/9) siang mendatangi dua pejabat utama di Kota Minyak untuk meminta penjelasan. Pertama menemui Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan berlanjut ke DPRD Balikpapan menemui Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panracale dan Syarifuddin Odang.

Adapaun maksud kedatangan mereka, agar pemangku kebijakan mau memprioritaskan olahraga. Apalagi tuntutan juara umum ada pada mereka, tapi tidak dibarengi dengan pendanaan.

“Kami minta solusi dari pemangku kepentingan. Anggaran ini tidak cukup. Banyak kebutuhan Cabor yang tentunya harus dipenuhi untuk tampil maksimal di Porprov,” kata Wakil Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan, Rustam mewakili aspirasi cabor lainnya.

Menanggapi kedatangan Cabor, Wakil Ketua DPRD Sabaruddin menjelaskan saat ini masih melakukan komunikasi soal anggaran tersebut. Karena kebijakan tidak bisa dilakukan sepihak. Ada mekanismenya dalam pembahasan anggaran. Termasuk mendengarkan pandangan dari tujuh fraksi.

“Semoga ada titik terang. Karena memang sejak awal diposting bantuan ke Disporapar itu Rp 1,3 miliar dan KONI Rp 1 miliar,” ujarnya.

Dikatakan Sabaruddin, selain olahraga, ada beberapa hal juga yang anggarannya perlu diperjuangkan, seperti pendidikan berkisar 20 persen, kesehatan 10 persen dan belum lagi persoalan penanganan banjir yang sangat prioritas. “Jadi perlu dipikirkan dan mohon bersabar,” imbuhnya.

Sementara, Wali Kota Rizal Effendi menjelaskan masih ada sisa beberapa hari untuk membahas persoalan anggaran dari KONI. Dirinya juga masih ingin mendengarkan pandangan dari fraksi-fraksi.

Tapi terlepas dari itu, sebenarnya anggaran tidak bisa dihubungkan dengan prestasi. Mengaca pada Asian Games Jakarta-Palembang beberapa waktu lalu, meski anggaranya dipotong, tapi target meraih medali emas justru terlampaui.

“Ini juga menyangkut keuangan yang memang dalam keadaan defisit. Jadi perlu pemahaman bersama”ucapnya. (Fredy Janu/Kpfm)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *