background img

PPK BALKOT KLARIFIKASI PERHITUNGAN DI HOTEL

3 bulan ago written by
PicsArt_04-21-01.56.37

KPFM BALIKPAPAN – Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Balikpapan Kota (Balkot) Didi Mahfian angkat bicara terkait adanya video yang diupload di YouTube tentang kotak suara yang disimpan di Hotel Mega Lestari, jalan ARS Muhammad, sehari setelah Pemilu 2019, 17 April.

Didi membantah judul video tersebut.

“Judul videonya, captionnya, itu fitnah. Memang kita geser ke sini, karena perhitungan tingkat kecamatan di sini,” katanya kepada KPFM di Hotel Mega Lestari, Sabtu (20/4).

Ditegaskannya, rekapitulasi tingkat kecamatan dilakukan di hotel karena alasan Kantor Kecamatan Balikpapan Kota tak represetatif. Ruangannya, tak cukup menampung seluruh kotak suara dari seluruh TPS di Balikpapan Kota.

Ini juga sekaligus menjawab pertanyaan mengapa rekapitulasi dilakukan di hotel, bukan di kantor milik pemerintahan yang dilontarkan sejumlah relawan dari pasangan nomor urut 02.

“Mereka tuduh bahwa kami mengadakan pleno di sini adalah tidak netral. Kami lakukan rekapitulasi alias pleno di sini karena memang di kantor kecamatan tidak representatif. Tidak bisa menampung seluruh kotak suara. Dan tidak ada aturan bahwa pleno harus di kantor pemerintahan, tapi di tempat yang aman, representatif. Yang bisa menampung semua,” jelasnya.

Perhitungan suara tingkat kecamatan dilakukan di hotel tersebut sejak tahun 2013. “Pilgub 2013, Pemilu 2014, Pilwali, Pilgub 2018, kita juga selalu pakai ini untuk pleno,” beber Didi.

Meski demikian, Didi tak membantah seluruh yang ada di dalam video. Dirinya mengakui, ada beberapa kotak suara yang tak disegel saat kotak suara dipindahkan dari TPS ke hotel itu.

“Ada beberapa kotak yang tidak bersegel, iya. Itu memang kesalahan petugas KPPS kami. Tapi itu bukan tujuannya untuk berbuat curang. Tidak ada niat kami untuk mencurangi. Petugas KPPS hanya lupa,” tuturnya.

Seperti diketahui, beredar video di YouTube berjudul “Heboh! Balikpapan, Kotak Suara Coba Diculik ke Hotel Mega Lestari”. Video ini menjadi viral usai diupload oleh akun YouTube Relawan Sandiaga Uno, dan beredar di grup-grup WhatsApp. Video berdurasi 2.06 menit itu diupload pada Kamis (18/4). Ariyansah/Kpfm

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *