background img

POLDA KALTIM SASAR SIGI

7 months ago written by
IMG-20181007-WA0095

KPFM BALIKPAPAN – Hari kedua pendistribusian bantuan logistik untuk korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (6/10), rombongan Polda Kaltim yang dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto menyasar Kabupaten Sigi.

Bantuan yang dibawa, dibagikan kepada korban gempa bumi dan pergeseran tanah serta diikuti lumpur di daerah tersebut. Dua lokasi menjadi sasaran pendistribusian bantuan, posko utama di Desa Tulo dan Desa Sibalaya Utara.

Kedatangan rombongan Polda Kaltim bersama perwakilan dari Mabes Polri ke Desa Tulo disambut warga pengungsi. Mereka antusias berkumpul untuk mendapatkan bantuan.

“Ini bantuan untuk meringankan beban Bapak dan Ibu sekalian. Semoga dapat dibagikan secara merata oleh pihak desa. Dan terhadap peristiwa gempa dan pergeseran tanah, kami dari Polda Kaltim dan sekarang bersama pihak Mabes Polri turut berduka cita atas musibah yang terjadi,” kata Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto memberikan sambutan sebelum bantuan logistik diturunkan dari truk pengangkut.

Di posko itu, ada kurang lebih 500an pengungsi. Di mana bantuan yang diberikan berupa air mineral, sembako dan makanan cepat saji.

Setelah dari Desa Tulo, rombongan bergeser ke posko pengungsian yang berada di Desa Sibalaya Utara. Di posko ini, pengungsi berasal dari Desa Sibalaya Utara dan Desa Sibalaya Selatan.

“Kita di turun langsung ke sini (Sulteng), atas instruksi Kapolri, Pak Tito Karnavian. Di satu sisi, ini juga merupakan misi kemanusiaan,” ujar jenderal bintang satu itu.

Di sela-sela bantuan diberikan, Polwan dan anggota Bhayangkari melakukan terapi trauma healing kepada anak-anak, korban bencana gempa bumi dan pergeseran tanah di posko yang dikunjungi tersebut.

“Iya, tujuannya untuk menghilangkan rasa takut mereka. Karena kan ada anak-anak yang trauma atas musibah yang terjadi. Sehingga terapi healing yang kami kemas dengan games dan bagi-bagi hadiah kepada anak-anak di posko penampungan yang kita kunjungi tadi,” kata Kasubdit Renakta Direktorat Reskrimum Polda Kaltim Kompol Yolanda E Sebayang, salah satu Polwan yang ikut rombongan tersebut.

Sementara salah satu warga pengungsi di posko utama Desa Tulo mengakui, gempa yang mengguncang membuat anak-anaknya trauma. “Anak saya semua masih SD (Sekolah Dasar). Dan mereka ketakutan. Kalau ada getaran-getaran gempa terasa, walaupun hanya kecil, mereka takut,” kata Irsyad, warga Desa Tulo.

Sebelumnya, rombongan Polda Kaltim telah mendistribusikan bantuan ke korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Jumat (5/10). Di kota itu, bantuan didistribusikan ke beberapa posko, dua di antaranya yang berada di Kelurahan Petoboh.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,7 skala richter (SR) mengguncang Sulteng, Jumat (28/9). Tiga daerah paling terdampak, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Di Sigi, gempa terjadi disertai dengan pergerakan tanah kurang lebih 2 kilometer. Di mana pergerakan tanah diikuti dengan keluarnya lumpur dari rekahan tanah yang diakibatkan gempa bumi. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *