background img

PMI BALIKPAPAN GALAKKAN DONOR APHERESIS

4 bulan ago written by
DARAH DI PMI ITU GRATIS (3)

KPFM BALIKPAPAN – Ada pertanyaan mengapa biaya pengambilan darah di PMI cukup mahal? Padahal pendonor tidak diberi imbalan, alias sukarela. Tetapi kenapa harus membayar jika membutuhkan darah di PMI atau di Rumah Sakit?

Tentang hal itu dibahas Siti Fahriah, SE selaku Kabag Adm Umum PMI Balikpapan, dan Evi Nurdianawati sebagai Staff Tehnis Crossmatch saat talkshow di program Karir dan Keluarga radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu Elyana Sesil, Selasa (9/7).

“Darah yang ada di PMI itu gratis, hanya ada Biaya Pengganti Pengolahan Darah atau biasa disebut BPPD. Biayanya sebesar 360 ribu rupiah per kantung. Karena persiapan dan proses pengolahannya menggunakan biaya,” jelas Siti Fahriah.

Dikatakan, biaya itu digunakan untuk penyediaan jarum suntik sekali pakai, kantung darah yang sampai saat ini Indonesia masih impor, pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan laboratorium untuk penyakit menular lewat transfusi darah, pemeriksaan uji cocok serasi, pelayanan, pembinaan, rekruitment donor serta sarana penunjang dan pengolahan darah.

Darah yang diberikan oleh pendonor itu diolah sekitar 1 hingga 2 jam agar bisa digunakan oleh pasien yang membutuhkan. “Jika ada masyarakat yang keluarganya membutuhkan transfusi darah, wajib membawa formulir permintaan darah sesuai dengan rujukan dokter, atau rumah sakit, serta membawa sample darah pasien,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, proses pengolahan darah itu tidak sembarangan. Namun saat ini beberapa Rumah Sakit sudah memiliki Bank Darah atau menggunakan jasa kurir untuk pengambilan darah dari PMI ke Rumah Sakit. “Sehingga masyarakat tidak perlu repot untuk pengambilan darahnya,” tambah Siti Fahriah.

Dijelaskannya, bagi masyarakat yang ingin mendonor secara umum wajib memiliki tubuh yang sehat secara jasmani maupun rohani, tidak boleh mengonsumsi obat selama 1 minggu sebelum donor, harus konsumsi makanan yang berat sekitar 2 jam sebelum donor,  usia antara 17 hingga 60 tahun serta berat badan minimal 50 Kg.

“Saat ini di Balikpapan sedang menggalakkan Donor Darah Apheresis. Di mana Apheresis ini sangat bermanfaat untuk pengidap kanker, dikarenakan hanya mengambil komponen penting pada darah yang dibutuhkan pasien, seperti plasma darah, sel darah putih, sel darah merah atau trombosit yang diambil menggunakan alat khusus. Sehingga komponen yang tidak dibutuhkan bisa kembali masuk ke dalam tubuh pendonor. Satu orang pendonor Apheresis ini sama dengan 10 orang pendonor biasa. Manfaatnya bagus sekali buat pasien,” ujar Evi Nurdianawati. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *