background img

PERTUMBUHAN PERBANKAN SYARIAH MASIH RENDAH

3 bulan ago written by
PicsArt_03-12-06.33.13

BALIKPAPAN KPFM – Pertumbuhan pangsa perbankan syariah hingga sekarang masih rendah jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan perbankan konvensional yang melaju cepat. Hal tersebut diungkapkan Manajer Moneter Bank Indonesia Balikpapan Joko Andoko saat menghadiri acara pembentukan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di Hotel Novotel, Jumat (9/3).

“Persentase segmen syariah terhadap total perbankan masih terbilang sangat kecil. Untuk aset saja walaupun hingga Januari 2018 mencapai Rp2,7 triliun, dimana Dana Pihak Ketiganya (DPK) sekitar Rp2 triliun, dan penyaluran pembiayaan sekitar Rp2,94 triliun, tetapi asetnya hanya 9 persen dari total seluruh aset perbankan,” ujarnya.

Dilanjutkan, pertumbuhan perbankan syariah ini memerlukan peran semua lapisan masyarakat untuk mendorong agar perbankan syariah dapat meningkat lagi. “Berdasarkan pengamatan saya, tingkat pemahaman masyarakat akan hal itu masih sangat kecil. Ada persepsi suku bunga syariah jauh lebih tinggi. Padahal sebenarnya sistem syariah itu bagi hasil. Ada diskusi bargaining untuk mengembalikan berapa bagi hasil, bukan suku bunga. Kalau pemahaman masyarakat meningkat, maka mampu membantu pertumbuhan perbankan syariah,” jelas Joko.

Untuk mendukung hal tersebut, Joko mengimbau agar perbankan syariah juga mendorong lembaga-lembaga di luar syariah dan lebih memperhatikan peluang jumlah tantangan dalam lingkungan global.

“Perlu juga adanya pendalaman pasar keuangan syariah, riset literasi keuangan syariah yang bisa jalan kalau didukung oleh kebijakan ekonomi syariah baik di daerah maupun pusat bahkan internasional. Dan juga optimalisasi perlunya dana zakat dan wakaf,” paparnya.

Sementara, menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto perbankan syariah masih memiliki peluang yang sangat besar. Berdasarkan data OJK, pangsa aset pada perbankan syariah mencapai 7,08 persen dibandingkan konvensional pada 2017 pangsa asetnya 7,08 persen, dan pembiayaan sebesar 6,7 persen.

“Masih ada beberapa cara agar perbankan syariah bisa terus bertumbuh. Di antaranya bisa masuk ke lembaga-lembaga seperti pesantren. Karena masih banyak yang dananya dikelola oleh perbankan konvensional. Zakat juga bisa dimanfaatkan sebagai potensi penghimpunan dana, karena kalau dana simpanan dari masyarakat sifatnya terbatas,” tambah Dwi. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Title