background img

PERSIBA HAJAR MARTAPURA

3 minggu ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Peluang Persiba Balikpapan untuk merebut satu tempat di delapan besar Liga 2 musim 2019 kembali terbuka lebar. Kepastaian itu diperoleh setelah Beruang Madu menghajar Martapura FC dengan skor telak 3-0 di Stadion  Batakan, Manggar, Balikpapan Timur (Baltim), Kamis (3/10) malam.

Tiga gol Beruang Madu pada laga pekan ke-18 ini diciptakan oleh Reza Saputra pada menit ke-69 dan menit ke-74. Plus gol Aji Kusuma di menit ke-72. Rentetan gol tersebut terjadi setelah Martapura kehilangan satu pemain yang terkena kartu merah di penghujung babak pertama.

Tampil berstatus tuan rumah, Persiba mencoba mengambil inisiatif serangan sejak wasit meniup peluit tanda babak pertama dimulai. Hasilnya peluang cepat langsung tercipta saat waktu baru berjalan tiga menit. Sayang tandukan Reza Saputra yang memanfaatkan umpan pojok masih bisa diantisipasi pemain Martapura.

Enam menit kemudian, tendangan keras Aji Kusuma yang mendapatkan umpan trobos dari Yusuf Efendi masih melebar ke sisi gawang. Begitu pun tendangan jarak jauh Reza Saputra pada menit ke-11.

Menit ke-13 Martapura mencoba keluar dari tekanan. Peluang didapatkan melalui kaki Rahel Radiansyah. Mantan pemain Persiba itu mencoba tendangan jarak jauh. Namun masih melebar ke sisi kiri gawang Riki Pambudi. Begitu juga dengan sontekan Yusuf Bahtiar menit ke-15, masih menyamping.

Setelahnya, jual beli serangan cukup intens terjadi. Persiba mengandalkan kecepatan kedua sayapnya untuk meneror gawang Martapura, tetapi peluang-peluang yang mereka ciptakan berujung kegagalan. Termasuk peluang Beni Oktovianto yang gagal mengonversikan bola rebound menjadi gol pada menit ke-29.

Di penghujung babak pertama, Martapura terpaksa harus bermain dengan 10 pemain lantaran striker  Agi Pratama melanggar Ngurah Nanak. Sang pengadil lapangan Sunyanto pun langsung mengeluarkan kartu kuning kedua untuk pemain nomor 29 itu.

Namun, keputusan wasit asal Jawa Timur tersebut memicu protes para pemain Martapura serta tim pelatih. Akibatnya, pertandingan sempat terhenti selama kurang lebih 10 menit. Kemudian dilanjutkan setelah situasi kembali membaik.

Di sisa pertandingan babak pertama, Persiba terus menggempur pertahanan Laskar Sultan Adam julukan Martapura. Namun, kesempatan unggul jumlah ini belum berhasil dimanfaatkan Persiba untuk mencetak gol. Skor kacamata pun tetap bertahan.

Setelah kembali dari ruang ganti, Pasukan Beruang madu langsung mengambil kendali jalannya pertandingan. Dengan gaya sepak bola yang khas dari kaki ke kaki, Andre Dio dan kawan-kawan berusaha secepat mungkin mencetak gol ke gawang Martapura.

Hasilnya, pada menit ke-69, Persiba mendapatkan peluang melalui sepak pojok yang diambil oleh Irsan Lestaluhu. Umpan sempurna pemain berdarah Maluku itu kemudian disambar Reza Saputra dengan sundulan kepala dan berbuah gol.

Selepas gol itu, pertandingan menjadi lebih terbuka. Tim tamu pun mulai berani untuk keluar menyerang. Situasi ini seakan membawa keuntungan bagi Persiba. Karena, para pemain mampu mendapat celah-celah yang sebelumnya sulit mereka temukan. Hasilnya, menit ke-71 Aji Kusuma mencatatkan namanya di papan skor.

Gol tersebut tercipta berkat upaya Andre Dio yang melakukan penetrasi dari lini tengah dan meneruskan umpan langsung ke arah Aji Kusuma. Dengan memanfaatkan kecepatan, mantan striker U-19 itu melepaskan tendangam ke sisi kiri gawang Martapura. Skor 2-0 untuk Persiba.

Gol kedua pasukan Beruang Madu ini membuat arah permainan berubah drastis. Konsentrasi pemain Martapura langsung goyang. Sehingga, Persiba lebih leluasa dalam menyerang. Reza Saputra kemudian memastikan kemenangan Persiba dengan gol keduanya pada menit ke-88.

Menanggapi hasil pertandingan ini, pelatih kepala Persiba Balikpapan, Satia Bagja mengaku sangat bangga. Ia menyebut, upaya dan kerja keras pemain selama pertandingan membuahkan hasil. “Intinya kami bangga. Malam ini bisa mengamankan tiga pion,” kata Satia saat konferensi pers bersama awak media usai laga.

Meski menang, pelatih 60 tahun itu mengaku jika masih banyak yang akan dievaluasi untuk persiapan pertandingan pekan berikutnya melawan Madura FC. Salah satunya adalah dorongan dari lini tengah untuk suport ke striker masih kurang. “Padahal kita kuasai jalannya pertandingan. Tadi bola itu enggak sampai ke striker,” ujarnya.

Selain itu, Satia juga menilai anak asuhnya masih kurang tenang. Padahal beberapa peluang yang tercipta seharusnya berbuah gol.

 “Masih kurang tenang. Seperti Beni Oktovianto itu. Ia memiliki kecepatan. Satu dua pemain itu harusnya lewat. Tapi ini tidak dimanfaatkan. Artinya keberanian Beni belum terlihat. Dia tidak berani coba,” ungkapnya.

Kemudian, Satia juga menyoroti mental pemain yang sangat gampang terprovokasi dengan pemain lawan. “Tadi sangat jelas kalau pemain Martapura itu memprovokasi kita. Saya sudah tahu dari awal. Makanya saya tegaskan agar anak-anak tidak terprovokasi. Tapi tadi di lapangan masih ada,” ucapnya.

Seperti diketahui, dengan tambahan tiga poin ini peluang Persiba Balikpapam untuk lolos ke delapan besar masih terbuka. Soal ini, Satia enggan memikirkan terlalu jauh. Baginya yang menjadi fokus pertandingan selanjutnya. Di dua laga sisa ini setidaknya bisa menang.

“Kita hitung satu-satu aja lah. Kalau full menang kita kan 30 poin, jadi yang kita pikirkan bagaimana   harus menang di setiap pertandingan, itu yang kita pikirkan sekarang,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News · Sports

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *