background img

PERLUASAN KIK ANCAM POPULASI BEKANTAN

1 month ago written by
18 MAR 2017 - 5 B3KANTAN

Balikpapan – Jumlah populasi Bekantan (Nasalis larvatus) di kawasan Teluk Balikpapan terancam berkurang. Hal itu diungkapkan oleh seorang Peneliti Bekantan asal Republik Ceko Stanislav Lhota usai giat Pojok Lingkungan bertemakan “Bekantan di Teluk Balikpapan” yang digelar di Perpustakaan Kota Balikpapan, jalan Kapten Pierre Tandean, Telaga Sari, Balikpapan, Sabtu (18/3).

Menurutnya, ancaman tersebut merupakan dampak dari adanya perluasan KIK (Kawasan Industri Kariangau) yang telah merembet ke bagian hulu Teluk Balikpapan. “Dulu kawasan KIK ditetapkan di bagian hilir, dan itu masih cocok untuk dijadikan kawasan industri. Tapi sekarang telah dilakukan perluasan ke wilayah hulu sekitar 5 ribu hektare,” ujar Stanislav Lhota yang akrab disapa Stan. Padahal, menurut Stan, kawasan yang menjadi perluasan KIK tersebut memiliki nilai konservasi tinggi, yang di dalamnya terdapat Bekantan, Orang Utan, Beruang Madu dan masih banyak satwa endemik lainnya.

Saat ini berdasarkan data hasil penelitian Stan di Teluk Balikpapan, jumlah primata hidung panjang yang dilindungi tersebut mencapai 1.400 ekor. Dan jumlah itu menjadikan populasi Bekantan di kawasan Teluk Balikpapan merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Stan berharap, terkait adanya ancaman  berkurangnya populasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah setempat, untuk kemudian dilakukan upaya perlindungan terhadap jumlah Bekantan tersebut, melalui produk kebijakan yang berpihak pada populasi Bekantan di Teluk Balikpapan. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title