background img

PENYANDANG DIABETES TETAP BISA MAKAN ENAK

4 bulan ago written by
PENYANDANG DIABETES TETAP BISA MAKAN ENAK (3)

KPFM BALIKPAPAN – Indonesia peringkat ke-7 untuk penderita Diabetes Miletus (DM) tertinggi di dunia. Peringkat pertama diduduki China. Berangkat dari hasil survey itu, banyak rumah sakit atau klinik yang memberikan layanan pemeriksaan gula darah. Bahkan klinik khusus agar pengidap DM berkurang. Salah satunya Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yang menyediakan Clinic Diabetic setiap Senin hingga Jumat, pukul 07.00 hingga 16.00 Wita.

Hal ini dijelaskan dalam segmen Interactive Healthy Care bersama RSPB pada program Karir dan Keluarga radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin ( 8/7). Talkshow siang  yang dipandu Elyana Sesil itu menghadirkan narasumber dr. Angelia Airine Maindoka dan Humas RSPB Aditya Yorinda.

“Diabetes itu menjadi gerbang utama ke beberapa penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, ginjal, kebutaan, darah tinggi dan kolesterol. Orang-orang bertubuh gemuk memiliki kecenderungan untuk terkena diabetes,” kata Angelia.

Perlu diketahui juga, lanjutnya, di kalangan masyarakat itu sering terdengar istilah gula kering dan gula basah. “Padahal tidak ada istilah itu. Itu adalah mitos,” ucapnya.

Angelia mengatakan, diabetes ada 4 kategori. Tipe 1, yaitu autoimun yang wajib mengonsumsi insulin seumur hidup, karena kerusakan pancreas sejak lahir.

Lalu tipe 2, yaitu faktor keturunan dan bisa diidap oleh siapa saja jika tidak bisa menjaga pola makan dan gaya hidup tidak baik. Sedangkan tipe 3, atau tipe lain biasanya diidap oleh orang yang kurang gizi, dan tipe diabetes pada kehamilan yang biasanya terlihat saat bayi lahir dengan berat lebih dari 4 Kg.

Dijelaskan juga bahwa, banyak orang yang belum paham bahwa diabetes itu apa sih? Diabetes itu adalah peningkatan gula darah pada tubuh, sehingga membuat pankreas bekerja keras untuk memproduksi insulin. “Insulin ini bukan obat ya, tetapi hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh. Jadi tidak semua pengidap DM harus mengonsumsi insulin, tergantung kondisi pasiennya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, diabetes ini adalah penyakit yang tanpa gejala. Biasanya yang sering ditemui adalah sering lapar tetapi berat badan menurun, sering haus tetapi sering buang air kecil. “Perhatikan kondisi air seninya, jika terlihat berbusa saat buang air kecil, segera periksakan karena normalnya tidak ada gula di dalam urine. Selain itu ada gejala pendukung lainnya seperti kesemutan dan sering lemas. Padahal sering makan dan minum,” ujar Angelia.

Pengidap penyakit DM ini harus menjaga pola makan dan gaya hidup. “Wajib memeriksakan kadar gula darahnya secara berkala. Olahraga seperti jogging jalan cepat, bersepeda atau berenang agar badan tetap sehat,” katanya.

Menurut Angelia, penyandang diabetes juga tetap bisa makan enak dengan cara mengatur pola makan. “Di Clinic Diabetic akan diberikan edukasi untuk mengatur menu makanan yang bergizi seimbang dan juga akan ada cooking class setiap bulannya bersama ahli gizi.”

Cara mengukur kadar gula darah normal dibagi menjadi 2, yaitu gula darah puasa dan gula darah sewaktu yang bisa dilakukan setelah makan. Untuk gula darah puasa kurang dari 126 mg/dL, lebih baik lagi di bawah 110 mg/dL. Sementara untuk gula darah sewaktu normalnya adalah di bawah 200 mg/dL. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *