background img

PENTING, PENANGANAN AWAL PADA KORBAN

2 minggu ago written by
PENTING, PENANGANAN AWAL PADA KORBAN

KPFM BALIKPAPAN – Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) kembali hadir dalam segmen Interactive Healthy Care (IHC) pada program KK Jessica radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (8/6). Menghadirkan Pengawas Mutu dan Training Center RSPB M Amril S.Kep Ners.

Berbagai informasi dan edukasi seputar pertolongan pertama pada korban kecelakaan pun tersampaikan dengan gamblang.

Amril mengilustrasikan, beberapa kejadian di luar kendali terkadang membuat kita harus banyak belajar bagaimana cara menangani dan memberikan pertolongan pertama pada korban.

Ia mencontohkan, sebuah kasus lakalantas yang pernah terjadi. “Korban terjatuh dari kendaraan bermotor, secara fisik tidak ada luka. Tetapi ternyata saat berada di rumah sakit, nyawanya sudah tidak tertolong,” ujar Amril yang hadir di studio KPFM didampingi Pengawas Komunikasi dan Pengembangan Produk RSPB Liza Permatasari.

Menurut Amril, saat pertolongan pertama pada peristiwa itulah, terjadi kesalahan penanganan. “Ternyata tulang leher pengalami pergeseran atau patah, yang berakibat fatal,” ujarnya.

Ia juga menyarankan, bila memiliki anak yang aktif, mau tidak mau orang tua harus ekstra pengawasan. Sebab, jika anak terjatuh, apalagi pada bagian kepala. Perhatikan, apakah anak setelah terjatuh menangis atau tidak? Muntah atau tidak? dan setelah terjatuh apakah masih tetap aktif atau tidak?

“Bila muntah, dan tidak aktif lagi sebaiknya segera membawa ke dokter. Kemungkinan bisa saja anak mengalami cidera kepala. Saat anak terjatuh, jangan buru-buru menyuruh anak berdiri. Sebaiknya baringkan tubuh anak menggunakan matras tipis dari bahu sampai kaki tanpa alas kepala atau bantal,” paparnya.

Sedangkan untuk orang dewasa, lanjutnya, penanganannya berbeda. Setelah terjatuh, sebaiknya baringkan di atas matras dari kepala sampai kaki. Perbedaan ukuran kepala yang membuat pertolongan pertama menjadi berbeda.

Begitu pula dengan korban luka bakar. Bila selama ini ada kebiasaan di masyarakat bila terkena minyak panas atau benda panas, sering mengoleskan pasta gigi atau odol, mentega atau kopi.

“Sebaiknya ubah kebiasaan ini dengan mengalirkan air pada daerah tubuh yang terkena panas. Durasi 5 hingga 15 menit akan menurunkan suhu panas pada kulit sehingga tidak terjadi bula atau bentolan berisi air,” ujarnya.

Amril menjelaskan, Training Center RSPB awalnya dibuat untuk melatih skill dan soft skill untuk internal, namun pada tahun 2006 sudah mulai mengembangkan sayap dengan mengantongi lisensi dari Disnaker, Disnaker Provinsi dan Kemenaker.

“Tidak hanya perusahaan, tetapi pengetahuan tentang pertolongan pertama sebaiknya juga dimiliki oleh pengajar atau guru TK, Paud, karena mengasuh anak didik dalam masa aktif. Keberhasilan penanganan di rumah sakit itu hanya sekitar 25 hingga 40 persen, semua bergantung pada tepatnya penanganan awal,” imbuhnya.

Informasi lebih lanjut tentang Training Center ini bisa menghubungi RSPB 0542-704020. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Title