background img

PELANGGARAN OPERASI PATUH MAHAKAM TURUN

1 bulan ago written by
IMG-20190914-WA0004

KPFM BALIKPAPAN – Jumlah pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh Mahakam 2019 di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami penurun sebesar lima persen. Hal ini terlihat dari jumlah pelanggar tahun lalu sebanyak 15.632 kasus, sedangkan pada 2019 ini sebanyak 14.869 kasus.

Data ini tercatat setelah pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2019 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 29 Agustus hingga 11 September 2019.

“Ada penurunan jumlah pelanggaran sekitar lima persen jika dibandingkan tahun 2018 lalu. Ini mungkin tingkat kesadaran masyarakat makin meningkat,” kata Kabag Binops Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Indras Budi Purnomo, saat diwawancarai awak media, Jumat (13/9) siang.

Dari tujuh prioritas pelanggaran, lanjut Indras, ada tiga pelanggaran paling menonjol selama operasi patuh Mahakam 2019 berlangsung. Ketiga pelanggaran tersebut yakni, penggunaan helm, melawan arus serta pengendara yang masih di bawah umur.

“Tiga jenis pelanggaran itu yang paling banyak. Kalau laka lantas selama pelaksanaan operasi ini ada penurunan sekitar 81 persen. Dari data, tahun 2018 ada 16 kasus dan pada 2019 hanya tiga kasus, yakni di Kabupaten Paser dan dua kejadian di Kukar,” ujarnya.

Ditanya soal wilayah di Kaltim yang paling banyak terjadi pelanggaan selama operasi ini, Indras menyebut Kukar,  Samarinda dan Balikpapan adalah yang paling banyak. Dengan dominasi pelanggaran dari pengendara roda dua. “Dari Kabupaten dan Kota di Kaltim yang paling banyak di tiga daerah itu,” sebutnya.

Dengan terselenggaranya operasi ini, Indras menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas penurunan angka kecelakaan. Dia pun berharap agar masyarakat lebih meningkatkan kepatuhan dengan menaati aturan dan rambu-rambu di jalan.

“Terimakasih kepada masyarakat yang ikut dalam program keselamatan road safety dalam keselamatan berlalulintas. Saya harapkan bukan karena adanya operasi patuh ini saja masyarakat patuh, tapi keselamatan kebutuhan bagi masyarakat  itu sendiri,” ucapnya.  (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *