background img

PELAJAR KALTIM TERTINGGI KE-2 NARKOTIKA

3 minggu ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tingkat penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah sangat memprihatinkan. Utamanya adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Tercatat, menempati rangking ke dua dari 13 provinsi pencontohan di Indonesia dalam penyalahgunaan narkotika.

Rangking tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2018 lalu. Dimana, prevalensi atau kecenderungan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kaltim sebesar 5,3 persen.

Hal ini pun diakui oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan Kompol M Daud Winarko saat diwawancarai awak media, Kamis (3/10) siang. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika di Kaltim memang sangat memprihatinkan. Terutama kelompok pelajar dan mahasiswa.

“Jadi dari 13 provinsi sebagai percontohan di Indonesia, pelajar dan mahasiswa di Kaltim itu urutan ke dua untuk penyalahgunaan narkotika. Persentasenya 5,3 persen. Urutan pertama itu Jawa Timur dengan persentase sebesar 7,5 persen,” kata Daud.

Selain kelomok pelajar dan mahasiswa, kelompok pekerja juga tampaknya menunjukan angka yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian di tahun yang sama, Provinsi Kaltim berada di urutan ke lima dari 13 provinsi percontohan.

“Untuk kelompok pekerja, Kaltim di urutan ke lima di antara 34 provinsi dengan mengambil sampel 13  provinsi tertinggi. Persentasenya itu 2,00 persen. Urutan pertama Jawa Barat dengan persentase 5,50 persen,” ujar Daud.

Melihat kondisi ini, upaya pencegahan dini semaksimal mungkin perlu dilakukan. Dengan begitu, tingkat atau jumlah penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kaltim, khususnya Kota Balikpapan bisa menurun.

Soal ini, BBN sudah melakukan berbagai langkah. Salah satunya adalah menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN 2018-2019, sebagai langkah penguatan dan pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkotika dan prekusor narkotika.

“Presiden telah mengeluarkan Impres nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional. Dalam hal ini semua komponen masyarakat mulai dari instansi pemerintah dan swasta harus bahu- membahu dan secara komprehensif berkesinambungan untuk memerangi narkoba,” ungkap Daud.

Disamping itu, lanjut pria berkacamata ini, BNN Kota Balikpapan tak hentinya secara terus menerus melakukan sosialisasi sebagai wujud preventif terhadap berkembangnya penyalahgunaan narkotika.

“Kemudian kami juga selalu merangkul masyarakat. Dalam hal ini instansi swasta. Sebagai contoh, kami baru saja melakukannya di salah satu hotel kapasitas pengembangan swasta. Sedangkan untuk yang pemerintahan dalam hal ini semua dinas-dinas yang ada di Kota Balikpapan, sudah berjalan. Bahkan dari Provinsi Kaltim sendiri turun untuk melakukan deteksi dini plus sosialisasi,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *