background img

PEKERJA PEREMPUAN DAPAT PERLINDUNGAN PERUSAHAAN

8 months ago written by
WWW.KAPEFM.COM

KPFM BALIKPAPAN – Pekerja perempuan memiliki siklus menstruasi setiap bulan, yang terkadang mengganggu aktivitas. Ada yang saat haid hari pertama perut seperti melilit. Ada juga yang hampir pingsan, dan beragam keluhan lainnya. Berdasarkan regulasi sejak 2003, perusahaan memperbolehkan karyawan untuk tidak masuk saat menstruasi hari pertama dan kedua, bila sakit tak tertahankan.

“Untuk pekerja perempuan yang sudah berkeluarga atau menikah, ada beberapa kondisi yang dilindungi oleh perusahaan, di antaranya mendapatkan satu setengah bulan untuk istirahat sejak keguguran, atau berdasarkan surat dari dokter,” ujar Danang Baskoro saat bincang di segmen Ruang HRD program KK Jessica radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Selasa (2/10). Danang menjadi narasumber bersama Deni Suryana, dan Khairul dari One HR Chapter Kalimantan.

Meskipun mendapatkan perlindungan dari perusahaan, lanjut Danang, ada beberapa wanita yang merasa lebih baik masuk kerja. Mungkin ini salah satu upaya untuk melupakan peristiwa, misalnya keguguran, dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor.

Menurutnya, kondisi lainnya yang juga dilindungi oleh perusahaan adalah di mana karyawan perempuan sedang hamil. Maka diberikan istirahat melahirkan satu setengah bulan sebelum bersalin, dan satu setengah bulan setelah melahirkan. Beberapa perusahaan menerapkan hal ini, mengingat HPL (Hari Perkiraan Lahir) bisa maju dan juga mundur.

“Yang kami khawatirkan adalah kondisi bayi yang lahir prematur, apalagi kalau bekerja di lantai gedung tinggi,” ujar Baskoro.

Namun ada juga beberapa perusahaan yang flexible. Bahkan ada perusahaan yang membuat ruang laktasi dan day care, yaitu fasilitas untuk karyawan yang memiliki anak yang bisa dibawa ke lingkungan kerja, sehingga ibu menyusui tidak harus repot pulang untuk memberikan ASI.

“Kalau di Balikpapan transportasi paling jauh sekitar setengah jam saja, jadi memang kalau akan menyusui anak, kebijakan dari perusahaan mendapat tambahan jam istirahat selama satu jam,” ujar Deni yang bekerja pada MNC Group.

Perlindungan hukum bagi pekerja perempuan juga terlihat pada jam kerja. Bila pekerja wanita pulang di atas jam 23.00, sebaiknya perusahaan memberikan transportasi untuk pulang. “Namun pada kenyataannya, bila kita lihat di pusat perbelanjaan, para karyawan wanita dijemput oleh ayah, pasangan, kakak atau adik. Tapi kalau memang tidak ada yang jemput, perusahaan sebaiknya menyediakan transportasi. Beberapa perusahaan di pulau Jawa, bahkan bekerjasama dengan layanan transportasi online,” ujarnya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *