background img

PEDAGANG BELUM JUAL TELUR PER KG

5 bulan ago written by
PEDAGANG BELUM JUAL TELUR PER KG (3)

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah pedagang telur dan ayam di beberapa pasar tradisional Balikpapan belum melakukan penjualan dengan satuan kilogram (Kg). Sekali pun harga kedua komoditas pangan tersebut menjelang Ramadan Idul Fitri masih stabil.

Dari pantauan KPFM di Pasar Baru, jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (1/6), hampir semua penjaja telur ayam ras memberlakukan penjualan dengan perhitungan harga per butir. Ada tiga varian harga, yakni Rp 1.700, Rp 1.600 dan Rp1.500. Masing-masing tergantung ukuran besar-kecilnya.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan baru-baru ini mengingatkan pada pedagang maupun distributor agar membiasakan menjual daging ayam maupun telur menggunakan satuan kilogram.

Menurut Plt Dinas Perdagangan Arzaedi Rachman, aturan harga satuan kilogram ini sudah disampaikan kepada para pedagang dan distributor, melalui surat Kementerian Perdagangan dan surat imbauan Dinas Perdagangan Balikpapan. “Aturan ini wajib dilakukan. Seharusnya tidak ada lagi yang menjual telur dengan satuan butir dan ayam dengan satuan ekor,” ujarnya.

Salah satu pedagang telur ayam ras di Pasar Baru mengakui, sejauh ini masih menjual telur dengan harga per butir. “Pembeli maunya juga begitu. Jualnya per butir. Kalau pakai harga per kilogram, kami tidak punya timbangannya,” kata Rin (42).

Konsumen pun tak mempersoalkan hal ini. “Lebih simpel sih kalau dijual per butir,” kata Aminah (52). Ia menyebut, dalam 1 kilogram biasanya ada 16 butir telur. Namun tetap tergantung ukuran besar-kecilnya.

Bukan saja pedagang telur yang menolak dengan sistem jual per kilogram, pedagang ayam ras pun demikian. “Repot lah kalau hitungannya per kilo. Dari dulu sudah seperti ini kami jualnya, per ekor,” ujar Abdi (40).

Ayam yang dijual di pasar tradisional ini kisaran Rp 45 ribu, 48 ribu dan Rp50 ribu per ekor. Juga dilihat dari besar kecilnya. Baik harga telur ayam dan daging ayam ini, belum ada kenaikan harga yang signifikan. Namun ada yang menyebut bakal melambung pada H3 jelang Lebaran Idul Fitri.

Surat edaran Menteri Perdagangan nomor 1 tahun 2019 tentang pengaturan cara jual telur dan ayam per kilogram tersebut, tujuannya untuk stabilitas harga. Namun masih sebatas imbauan.

Penjualan dengan perhitungan kilogram tersebut sudah diberlakukan di beberapa kota lainnya. Dari kajian pemerintah, dengan pola ini pedagang justru diuntungkan. “Tapi kami belum pernah menghitungnya,” ujar Rin. (*)  KPFM

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *