background img

PDAM BELUM BISA ATASI KENDALA

2 weeks ago written by
logom kp PNG

Balikpapan – Pendistribusian air ke pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan yang hingga kini dinilai belum optimal, masih memicu keluhan masyarakat. Kendala seringnya air macet ternyata belum juga teratasi dengan baik. Dua dari berbagai penyebab itu di antaranya lemahnya pasokan daya listrik PLN yang menggerakkan mesin pompa PDAM, dan seringnya terjadi kebocoran pipa yang sulit diprediksi.

Direktur Umum PDAM Tirta Manggar Balikpapan Gazali Rakhman mengakui hal itu kepada KPFM, Rabu (6/12). Ia mengatakan, PDAM Balikpapan saat ini baru menghasilkan produksi air sekitar 1.200 liter per detik dari kapasitas produksi 1.600 liter per detik. Hal tersebut terjadi karena selain sumber pasokan air yang hanya mengandalkan Waduk Manggar, juga terdapat kendala yang belum bisa diatasi.

“Ada beberapa kendala yang kami hadapi yaitu rendahnya tenaga listrik dari PLN dan seringnya terjadi kebocoran pipa yang terjadi secara insidental,” ujarnya.

Dijelaskan, rendahnya daya listrik pada PLN Balikpapan ini mengakibatkan ketidakstabilan aliran air. Walaupun ada genset yang tersedia di masing-masing lokasi pengolahan air, tetapi hal itu tidak bisa membackup seluruhnya.

“Sepertinya peralihan listrik dari PLN ke genset itulah yang membuat tekanan pompa menurun. Sehingga daerah yang jauh dan tinggi pun akan terhambat alirannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Gazali, juga ada beberapa kebocoran pipa tranfusi air baku dari waduk Manggar yang terjadi secara insidental, dan itu tidak bisa diprediksi. “Kebocoran tersebut mengganggu distribusi air baik ke IPAM Kampung Damai maupun ke IPAM Batu Ampar, terutama ke daerah yang tinggi dan jauh dari IPAM,” imbuhnya.

Sebenarnya PDAM tengah membuat IPAM Teritip dan sumur bor Kampung Baru yang mana masing-masing mampu menghasilkan air hingga 25 liter per detik. Menurut Gazali, hal tersebut cukup bisa membantu menutupi kekurangan air baku meskipun belum merata ke semua wilayah. Karena waduk Teritip sendiri baru bisa dioperasikan di tahun 2019.

“Mudah-mudahan 2018 mendatang IPAM Karang Joang yang sedang dalam progres ini bisa komisioning di awal tahun. Jika berhasil maka aliran air sekitar 100 liter per detik akan terdistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga Balikpapan Utara khususnya,” harapnya. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title