background img

PASHA: TERIMA KASIH WARGA BALIKPAPAN

7 months ago written by
PicsArt_10-09-07.33.47

 

KPFM BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau akrab disapa Pasha Ungu mengucapkan banyak terima kasih kepada warga dan Pemkot Balikpapan atas bantuan yang diberikan untuk Kota Palu, pasca diguncang gempa berkekuatan 7,7 skala richter (SR), yang disusul tsunami, Jumat (28/10) lalu.

Pasalnya, selain bantuan logistik yang datang dari Balikpapan, warga Palu juga ada yang diungsikan ke Kota Beriman itu. Karena Balikpapan dipilih menjadi salah satu kota untuk evakuasi korban gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat lalu itu.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Kota Balikpapan. Terkhusus Pemkot Balikpapan yang telah bersedia menampung warga kami. Terima kasih,” kata Pasha saat ditemui KPFM di rumah dinasnya, jalan Balai Kota Utara, Kota Palu, Senin (8/10) malam.

Untuk situasi dan kondisi Palu saat ini, kata dia, terlepas dari kondisi infrastruktur dan bangunan-bangunan atau rumah warga yang hancur, kota yang dipimpinnya itu perlahan mulai kondusif dan terkendali.

“Iya, listrik di beberapa titik sudah mulai menyala. Tidak seperti sebelum-sebelumnya yang gelap gulita. Kemudian toko, warung-warung, penjual makanan juga sudah ada berjualan. Penjarahan juga sudah tidak ada, aparat polisi dan TNI sudah berjaga-jaga, patroli di seluruh titik,” katanya.

Sementara terkait bantuan logistik, wakil wali kota kelahiran Kabupaten Donggala mengakui masih kesulitan dalam hal pendistribusian bantuan. Terkendala data yang tidak valid. “Karena warga tidak semua mengungsi di posko utama. Ada yang di depan rumah, membuat posko sendiri,” terangnya.

Berdasarkan pantauan KPFM di Kota Palu, rata-rata warga masih tidur di teras rumah. Atau membangun tenda maupun posko mandiri di dekat rumah masing-masing.

Di beberapa tempat di Kota Palu, aliran listrik sudah mengalir dan tak lagi gelap gulita. Perputaran ekonomi sudah mulai jalan. Toko, warung-warung atau penjual makanan sudah berjualan di beberapa wilayah di Ibukota Sulteng itu. Pengamanan ekstra ketat di seluruh wilayah Kota Palu dari tindakan kejahatan seperti penjarahan juga aktif oleh aparat Kepolisian dan TNI.

“Saat situasi genting seperti setelah gempa dan tsunami, mengambil makanan secukupnya di toko atau warung-warung itu saya kira masih wajar. Nanti kan tinggal dihitung atau seperti apa dan ditagihkan ke pemerintah. Yang tidak wajar itu kalau yang diambil adalah selain makanan seperti elektronik, itu menurut saya sudah tindakan kriminal,” kata Pasha, menjelaskan polemik penjarahan yang terjadi 3 hari setelah gempa dan tsunami di kota itu.

Ucapan terima kasih oleh Pasha juga ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah bersatu padu, memberikan bantuan materi maupun moril untuk Kota Palu.

Saat ini, evakuasi terhadap korban gempa di beberapa titik masih terus berlangsung. Wilayah terparah akibat gempa di Kota Palu di antaranya daerah Perumnas Balaroa, Petoboh, Pantai Talise (jalan Cumi-Cumi). Di mana rumah yang berdiri di daerah itu rata dengan tanah. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *