background img

PAJAK RUMAH KOS BELUM MAKSIMAL

2 months ago written by
PicsArt_08-10-09.29.45

Balikpapan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan dari sektor pajak rumah kos dianggap belum maksimal. Itu diungkapkan Kasubbid Pendataan dan Penetapan Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Erwin kepada KPFM, Kamis (10/8).

Pasalnya, dari 1.300 kos-kosan yang ada di Kota Minyak, hanya 150 di antaranya yang terdaftar dan aktif membayar pajak sebesar 10 persen. Erwin membeberkan, pihaknya juga terkendala untuk mendeteksi jumlah kos-kosan wajib pajak sesuai Perda Kota Balikpapan Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pajak Hotel, dan Perwali Kota Balikpapan Nomor 5 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Hotel.

Alasan belum maksimalnya penyerapan pajak dari kos-kosan tersebut, menurut Erwin, disebabkan karena beberapa hal. Selain sulit terdata, kurangnya kesadaran pengusaha rumah kos dan izin pembangunan kos-kosan menjadi penyebab utama.

“Sesuai aturan, yang kami tarik pajak adalah kos-kosan yang memiliki kamar lebih dari sepuluh. Dan jumlah 1.300 itu sudah merupakan gabungan dari kos-kosan yang memiliki kamar kurang dan lebih dari sepuluh. Saat ini yang terdaftar baru 150 saja,” katanya.

Kendalanya, ada pengusaha kos-kosan yang memiliki kamar lebih dari 10, tapi disiasati sehingga menyebut di bawah sepuluh. “Contohnya jumlah kamar 12, tapi disebutkan kamar hanya 10. Sedangkan 2 ruangan dijadikan gudang, bukan kamar. Ada juga yang takut untuk melaporkan kos-kosannya karena terkendala izin yang tak sesuai,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Erwin, pihaknya bersama pihak Kecamatan, Kelurahan dan Satpol PP Kota Balikpapan tengah gencar untuk melakukan pendataan, seperti terlihat saat razia rutin kos-kosan yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu malam (9/8). Menurut Erwin, dalam hal ini sosialisasi dan pantauan juga harus dilakukan secara masif kepada para pengusaha dengan ujung tombak RT setempat.

“Dibutuhkan sosialisasi. Dalam hal ini memang peran RT begitu besar. Dan kami mengimbau agar para pengusaha rumah kos yang memiliki kamar di atas 10 untuk melaporkan ke kami,” kata Erwin.

Pajak kos-kosan begitu penting bagi peningkatan PAD Kota Balikpapan. Erwin mengumpamakan, jika para pengusaha rumah kos yang memiliki kamar lebih dari 10 sadar akan pajak, maka hal itu akan sangat berpengaruh terhadap keuangan Pemkot Balikpapan.

“Anggaplah seribu kos-kosan wajib terdaftar di data kami. Bila setiap kos-kosan menyumbang Rp1 juta per bulan, maka dalam satu tahun bisa Rp12 miliar,” pungkasnya. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title