background img

PAD NAIK, PAJAK DAERAH TURUN

6 bulan ago written by
PicsArt_09-24-05.54.40

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menggelar Rapat Paripurna, Senin (24/9). Rapat dua agenda, masing-masing penandatanganan nota kesepahaman Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) tahun 2018 serta penyampaian nota penjelasan Wali Kota Balikpapan tentang rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Dalam penjelasannya terkait rancangan perubahan APBD tersebut, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat. Di mana dalam APBD murni ditetapkan sebesar Rp2,16 triliun lebih, pada rancangan APBD 2018 diproyeksikan sebesar Rp2,18 triliun. Mengalami kenaikan dari jumlah APBD murni.

“Mengalami kenaikan sebesar Rp22,514 miliar lebih atau 1,04 persen,” kata Rizal saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Paripurna tersebut.

Dari proyeksi pendapatan daerah itu, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga diproyeksikan meningkat dari target APBD murni sebesar Rp675 miliar. “Sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp675 miliar. Setelah perubahan menjadi sebesar Rp678,5 miliar. Sehingga mengalami peningkatan sebesar 0,52 persen atau Rp3,5 miliar,” sambung Rizal.

Namun demikian, meski PAD meningkat, salah satu sektornya yaitu pendapatan pajak daerah diproyeksikan menurun dari target APBD murni.

“Penerimaan dari pajak daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp492,61 miliar. Dan setelah perubahan direncanakan sebesar Rp491,11 miliar. Mengalami penurunan sebesar Rp1,5 miliar atau 0,30 persen,” tuturnya.

Penurunan tersebut, kata Rizal usai penyampaiannya dalam rapat paripurna, dikarenakan beberapa hal. Di antaranya dari sektor pajak hotel dan restoran.

“Ada yang minta keringanan karena situasi ekonomi tidak memungkinkan. Misalnya pajak hotel dan restoran,” terangnya.

Secara keseluruhan, pendapatan daerah tahun 2018 ini memang harus meningkat. Sebab nantinya, pendapatan ini yang nantinya menutupi besaran defisit keuangan kota.

“Kan kita masih defisit, itu jumlahnya besar jadi harus ditutupi. Besaran defisit kita Rp90 miliar. Itu nanti ditutupi dari peningkatan pendapatan dan Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) berjalan. Untuk Silpa kita belum tahu jumlahnya,” pungkas wali kota dua periode tersebut. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *