background img

OWNER SPBU MANGKIR PANGGILAN

5 bulan ago written by
Owner SPBU Mangkir Panggilan

KPFM BALIKPAPAN – Kasus pengetap atau penyalahgunaan pengangkutan dan penjualan BBM bersubsidi jenis solar yang terjadi di SPBU Karang Anyar terus berlanjut. Hingga kini penyidikan oleh Tipiter Polres Balikpapan masih dilakukan, guna mengungkap kasus ini secara tuntas.

Pasalnya, adanya pengetap di SPBU tersebut menjadi salah satu faktor antrean panjang kendaraan, karena pasokan atau kuota BBM telah habis dan terbilang tak tepat sasaran.

“Sejauh ini kami sudah periksa tiga saksi. Pertama dari pihak Pertamina, yang merupakan saksi ahli. Kemudian tersangka yang berhasil kami amankan itu. Dalam hal pengembangan ini juga saksi berikutnya yaitu istri dari tersangka,” kata Kanit Tipiter Polres Balikpapan Ipda Henny Purba kepada KPFM, Sabtu (16/3).

Untuk diketahui, sebelumnya jajaran Tipiter Polres Balikpapan berhasil mengamankan satu tersangka yang merupakan pengetap berinisial AA, akhir Februari lalu. Warga Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) ini diringkus di SPBU Karang Anyar, saat dirinya tengah melakukan pengisian bahan bakar solar bersubsidi di mobil truknya.

“Memang kami telah melakukan penyelidikan sebelumnya. Dan terhadap tersangka ini sudah kami lakukan pengintaian. Dia melakukan pengisian menggunakan truk. Truknya itu telah dimodifikasi tangkinya, hingga bisa menampung bahan bakar sebanyak 1.400 liter. Solar subsidi yang dibeli dari SPBU oleh tersangka ini dijual lagi, dengan tujuan mendapatkan untung,” jelas Henny.

Tersangka AA itu dijerat pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman hukuman penjara.

Terhadap penyidikan lanjutan, selain memeriksa tiga saksi, sambung Henny, pihaknya juga telah melayangkan panggilan kepada owner SPBU Karang Anyar, untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pihak SPBU dalam kasus ini.

Namun demikian, respon negatif ditunjukkan owner SPBU tersebut, dengan tak menghadiri panggilan dari kepolisian itu. “Kita sudah kirim surat panggilan pertama. Dan harusnya Rabu (13/3) ke kantor. Tapi owner tidak datang,” ungkapnya.

Surat panggilan berikutnya akan dikirim ke owner SPBU Karang Anyar pada Senin (18/3). “Itu panggilan yang kedua. Karena ini sifatnya penyidikan, ketika sampai panggilan ketiga yang bersangkutan juga tidak hadir, kami akan jemput,” tegas Henny. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *