background img

NELAYAN BALIKPAPAN ENGGAN MELAUT

5 months ago written by
17 MAR 2017 - 2 nelayan

Balikpapan – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Balikpapan berdampak pada pasokan ikan. Pasalnya, kondisi cuaca yang sulit diprediksi selama dua pekan terakhir membuat beberapa nelayan enggan pergi ke laut.¬†Seperti diungkapkan Supri salah satu nelayan di Klandasan saat diwawancarai KPFM, sudah dua minggu lebih dirinya dan beberapa nelayan lain tidak melaut dikarenakan cuaca yang sangat labil. Hal ini mengakibatkan berkurangnya pasokan ikan sampai 40 persen karena hasil tangkapan tak seperti biasanya. “Akhir-akhir ini sering hujan deras dan terkadang badai, makanya kami takut melaut. Pasar hanya mengandalkan yang kami dapat seadanya,” ujarnya, Rabu lalu (15/3).

Biasanya, lanjut Supri, dalam sehari permintaan pasar bisa mencapai 200 kg. “Tetapi sejak dua minggu terakhir ini kami hanya bisa menyediakan kurang lebih 100 kg saja,” ujar Supri. Eko salah seorang pedagang ikan di pasar tradisional Klandasan mengatakan, pasokan yang kurang menyebabkan harganya di beberapa pasar tradisional melonjak. Harga ikan mulai mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir seiring mulai terjadinya cuaca buruk yang melanda perairan Balikpapan dan Selat Makassar.

Dijabarkannya, harga ikan Layang yang semula Rp30 ribu/kg kini naik menjadi Rp40 ribu/kg. Ikan Bawal yang sebelumnya dijual Rp100 ribu/kg kini naik menjadi Rp 120 ribu/kg. “Kenaikan harga ikan ya rata-rata Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram,” katanya. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, intensitas curah hujan pada Maret 2017 cukup tinggi, yaitu dengan curah hujan 100 hingga 150 milimeter. Prakiraan cuaca dalam dua pekan terakhir ini memang membuat sulit para nelayan menentukan kapan waktu untuk melaut. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title