background img

MANCING, PEDAGANG BAPAO HILANG

6 months ago written by
19 MEI 2017 - KORBAN HILANG

Balikpapan – Pedagang bapao Bahmid Noor (49 tahun) dilaporkan hilang saat memancing di Dermaga Chevron dekat Pelabuhan Semayang, jalan Yos Sudarso Balikpapan, Rabu malam (17/5).

Pria yang tinggal di Griya Permata Asri jalan Musi RT 53 No. 44B Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, ini diduga tenggelam di perairan Pulau Tokong. Hingga Kamis malam (18/5) pencarian korban belum membuahkan hasil. Hilangnya Bahmid berdasarkan laporan istrinya, Iswaty (45) kepada Iptu Syamsul dari Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Semayang Balikpapan, Kamis siang (18/5).

Kepala Basarnas Balikpapan Kaltimra Mujiono melalui Kasie Operasional Basarnas Kaltimra Octavianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari KP3 Semayang bahwa ada seseorang yang diduga tenggelam saat memancing. Terbukti dengan adanya motor korban yang masih terparkir di dekat dermaga. Kendaraan dengan nopol KT 2126 YS itu kini diamankan di Polsek Semayang.

“Menurut laporan istrinya, suaminya pergi memancing di kawasan Dermaga Chevron sehabis maghrib sekitar pukul 18.45 Wita. Biasanya pukul 23.00 Wita korban sudah kembali ke rumah. Tetapi hingga siang korban belum kembali juga. Saat dicek ternyata motor korban masih berada di parkiran pelabuhan,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga, lanjut Octa, korban mempunyai penyakit tensi tinggi dan sering pusing. Menurut keterangan saksi bernama Alpart, seorang ABK (anak buah kapal) dari TB Selat Makassar yang merapat di dermaga, pukul 21.00 Wita korban masih terlihat berada di buritan TB Teluk Adang. Namun ketika salah satu kapal ada yang bergerak, korban sudah tidak terlihat lagi.

“Pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, BPBD, dan pihak terkait lainnya termasuk masyarakat, untuk sementara dihentikan dulu, karena waktu yang sudah larut dan akan dilanjutkan Jumat pagi pukul 06.00 Wita. Sesuai kesepakatan, seluruh unsur SAR yang terlibat mendirikan posko di Dermaga Chevron guna melaksanakan pemantauan lokasi peristiwa,” papar Octa.

Sunyoto salah seorang kerabat korban yang ditemui KPFM di lokasi kejadian Kamis malam (18/5) mengatakan, menurut informasi handphone korban sekitar pukul 20.00 Wita masih bisa dihubungi istrinya. “Tapi setelah jam sebelas malam, handphone sudah gak aktif,” katanya.

Korban biasa memancing di kawasan ini. “Setelah dagangan cepat habis, biasanya dia mancing disini,” kata Sunyoto, tetangga korban yang sebelumnya berdomisili di RT 8 Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Korban biasanya menjajakan dagangannya di depan RSPB Balikpapan. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title