background img

LPJ FIKTIF, PENSIUNAN PNS DIJERAT UU KORUPSI

1 month ago written by
17 FEB 2017 - 3 SOEHARTO

Balikpapan – Polres Balikpapan berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi, atas dana hibah Pemerintah Provinsi Kaltim yang diberikan kepada salah satu lembaga keterampilan di Balikpapan, PKBM Enterpreneur Life Skill. Dalam kasus ini, yang menjadi sasaran Polres Balikpapan adalah pengelola lembaga tersebut berinisial Mas (56), yang juga pensiunan PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Mas mengajukan permohonan bantuan berupa dana hibah kepada Pemprov Kaltim sebesar Rp1 miliar, beberapa tahun lalu. Pemprov Kaltim kemudian menyetujui permohonan bantuan tersebut, dan mengucurkan jumlah sesuai permohonan yang diajukan. Namun, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang disampaikan kepada Pemporv oleh Mas atas pengunaan dana tersebut tak sesuai alias fiktif. “Laporannya tak sesuai. Ia memberikan laporan yang fiktif,” ujar Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto di Mapolres Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman, Kamis (16/2).

Iptu Suharto membeberkan, pengungkapan atas kasus tersebut telah melewati proses yang panjang. “Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini. Kita memulai pengungkapan ini, tepatnya 16 Maret 2016 lalu. Memang untuk kasus korupsi proses pengungkapannya panjang, tidak sama dengan kasus lain,” ujarnya. Dari hasil pemeriksaan dan pengungkapan, kerugian negara dari pemberian hibah tersebut sebesar Rp579 miliar. Atas hal ini, Mas dijerat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Yang bersangkutan dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegas Iptu Suharto.

Melalui kejadian ini, lanjut Iptu Suharto, seyogyanya kasus ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang meminta dana hibah kepada pemerintah. “Ini pelajaran bagi kita. Ketika kita meminta bantuan berupa dana kepada pemerintah, maka pertanggung jawabannya harus sesuai dengan besaran yang diajukan,” ujarnya. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title