background img

KUOTA SEKOLAH SWASTA FAVORIT TERISI

2 bulan ago written by
KUOTA SEKOLAH SWASTA FAVORIT TERISI (3)

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta favorit di Kota Balikpapan baru saja melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.  Dan kuotanya pun telah terisi oleh sebagian dari siswa lulusan Sekolah Dasar (SD). Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMP Al Aulia, SMP KPS, SMP Harapan Bangsa, Patra Dharma dan beberapa sekolah lainnya.

Ini tentu kabar gembira bagi masyarakat Kota Balikpapan. Khususnya bagi para orang tua murid yang menginginkan anaknya masuk ke sekolah negeri. Pasalnya, jumlah siswa lulusan SD tahun ini cukup banyak dan tidak memungkinkan jika semua menginginkan untuk diterima di SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Muhaimin membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, jumlah lulusan tahun ini sebanyak 11.775 anak, baik itu dari SD maupun MI. Jumlah ini tidak memungkinkan untuk semuanya bisa masuk ke sekolah negeri.

“Artinya dengan terisinya kuota sejumlah sekolah swasta favorit ini kami merasa terbantu. Jadi sisanya nanti yang belum tertampung di negeri. Kami berterimakasih juga dengan orang tua yang mampu memasukkan anaknya di sekolah swasta favorit, jadi nanti tinggal anak-anak yang tidak lolos di PPDB bisa masuk ke sekolah swasta non favorit,” kata Muhaimin, Rabu (12/6).

Saat ini, lanjut Muhaimin, yang dilakukan Disdikbud adalah menyesuaikan daya tampung yang ada di setiap sekolah. Hal ini dikarenakan rombel yang disediakan terbatas. “Kami juga minta pengertian orangtua, karena memang rombel terbatas, jadi pasti ada yang masuk ke sekolah swasta,” ujarnya.

Muhaimin juga menekankan jika penambahan kelas ataupun kuota tidak diperkenankan karena harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Di mana tiap rombel maksimal berjumlah 32 murid. Selain itu untuk menambah kelas pun, Balikpapan masih kekurangan guru.

“Masalahnya kekurangan guru, sebenarnya kalau gurunya lebih di-moving kelas, supaya ada daya tampungnya. Maka dari pada itu tahun ini kami mengusulkan untuk penambahan guru, baik SD maupun SMP,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *