background img

KP3 UNTUK PERTOLONGAN PASIEN TAK SESUAI

1 week ago written by
KP3 UNTUK PERTOLONGAN PASIEN TAK SESUAI

KPFM BALIKPAPAN – P3K atau Pertolongan Pertama pada Kecelakaan sudah sering kita dengar. Lalu bagaimana dengan istilah KP3? Yaitu Kecelakaan Pada Pertolongan Pertama. Hal ini dibahas pada Interactive Healthy Care (IHC) bersama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) pada program KK Jessica KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (13/4).

“Istilah KP3 ini kami pakai untuk keadaan di mana pasien mendapatkan pertolongan yang tidak sesuai. Contoh untuk pasien yang mengalami jatuh atau stroke di kamar mandi, bila tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni saat akan mengevakuasi, sebaiknya panggil petugas medis untuk membantu,” kata Kepala IGD RSPB dr Alvin Malvinas Bayu Putra didampingi Pengawas Komunikasi dan Pengembangan Produk Liza Permatasari.

Dijelaskan Alvin, kesalahan pada saat evakuasi inilah yang disebut KP3. “Saat mengalami keadaan darurat, yang pertama jangan panik, lalu segera bawa ke rumah sakit. Bila membutuhkan sarana seperti ambulance, RSPB melayani evakuasi medik. Silahkan hubungi kami di 0542-422500, kami akan kirimkan tim untuk menjemput ke rumah,” ujarnya.

Biasanya saat menghubungi RSPB, petugas akan menanyakan kondisi pasien seperti apa. Apakah butuh perawat saja atau harus disertai dengan dokter? “Kami memiliki tim yang sudah berpengalaman. Bila diperlukan penanganan lanjutan setelah hasil keluar, dokter lain yang berkompeten juga bisa datang dan tidak butuh waktu yang lama. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan dan budaya La Prima,” ujarnya.

Disebutkan, beberapa kondisi pasien yang sebaiknya dibawa ke rumah sakit segera adalah saat demam di atas 38,5 derajat. Untuk yang memiliki riwayat kejang, bahkan di bawah angka itu harus sudah waspada. Karena itu, pentingnya memiliki thermometer di rumah.

“Selain demam, yang perlu diwaspadai nyeri pada dada yang disertai dengan keringat dingin, menusuk sampai tembus belakang dada dan leher, sulit bernafas. Karena nyeri dada seperti ini bisa jadi adalah gejala penyakit jantung,” imbuhnya.

Saat datang ke IGD, menurut Alvin, hal pertama yang dilakukan petugas medis adalah mengenali tanda vital. Yaitu pemeriksaan seperti tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi dan tingkat kesadaran. “Banyak pasien yang menganggap sudah masuk kategori darurat, tapi menurut medis tidak tergolong darurat. Inilah kenapa kami melakukan pemeriksaan tanda vital, untuk melakukan tindakan lanjutan apakah bisa dilakukan rawat jalan atau harus rawat inap,” jelas Alvin. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
Health · News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title