background img

KOMPAK NILAI KASUS TUMPAHAN MINYAK BELUM TUNTAS

1 week ago written by
PicsArt_05-13-08.44.12

(Foto: Massa aksi di depan Kantor PN Balikpapan)

KPFM BALIKPAPAN – Puluhan mahasiswa dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan (Kompak) menggelar aksi di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Senin (13/5).

Mereka menyikapi persoalan kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Maret 2018 lalu yang dinilai belum tuntas. Meski nakhoda kapal MV Ever Judger Zhang Deyi (50) telah divonis hukuman 10 tahun penjara dan dengan Rp15 miliar.

“Menurut kami, kasus tumpahan minyak itu belum tuntas. Memang PN Balikpapan telah memvonis nakhoda kapal, tapi kan masih ada pihak dari korporasi yang belum diproses,” kata koordinator aksi Antonius Perada Nama, yang akrab disapa Jek.

Kompak dalam hal ini juga memberi dukungan kepada PN untuk penegakkan keadilan, khususnya kasus ini. “Kita memberikan dukungan moril terhadap pihak pengadilan, bahwa kami mendukung dalam hal penegakan keadilan,” ujarnya.

Selain itu, langkah pemerintah pasca terjadi peristiwa yang memakan 5 korban jiwa tak maksimal. Sebagai bentuk protes, massa aksi melalui tim advokatnya melayangkan Gugatan Warga Negara (Citizen Lowsuit) ke PN Balikpapan.

“Ini sebagai langkah hukum guna mendapatkan kepastian hukum atas penanggulangan petaka tumpahan minyak,” kata Direktur Jaringan Advokat Lingkungan Hidup (JAL) Balikpapan Fathul Huda Wiyashadi. JAL merupakan bagian dari Kompak.

Dalam gugatan tersebut, ada beberapa tuntutan Kompak. Antara lain pembentukan Perda Sistem Informasi Lingkungan Hidup yang mencakup sistem peringatan dini dan adanya pemulihan lingkungan serta audit lingkungan.

“Dengan didaftarkannya gugatan warga negara tersebut ke PN Balikpapan, diharapkan dapat menjamin kepastian hukum atas penanggulangan petaka tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang kini belum tuntas,” terangnya.

Gugatan tersebut diterima langsung Humas PN Balikpapan, Ketut Mahardika. Dirinya juga mempersilahkan dan menunggu jika massa aksi melayangkan gugatan class action.

“Apabila organisasi misalnya Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), bisa mengajukan gugatan Class Action namanya. Belum mengajukan, makanya ini nanti kita tunggu,” katanya.

Seperti diketahui, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kaltim dalam kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang mencemarkan lingkungan di sekitar teluk tersebut, yakni Zhang Deyi dan IS. Zhang Deyi telah divonis dan dijatuhi denda. Sedangkan IS yang merupakan karyawan Pertamina hingga kini belum divonis.(ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *