background img

KENAIKAN TARIF PDAM BELUM LAYAK

5 months ago written by
1 NOV 2016 - 7

Balikpapan – Rencana kenaikan tarif air PDAM Balikpapan hendaknya ditinjau ulang. Karena kualitas air yang dialirkan ke rumah warga belum layak untuk dikonsumsi. Jika memang terpaksa harus mengalami kenaikan, maka pelayanan dibenahi terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan pengamat hukum yang juga Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Piatur Pangaribuan kepada KPFM, Rabu (15/2). Menurut pria yang pernah berprofesi sebagai Hakim Ad Hoc ini, kenaikan tarif PDAM memang mesti dilakukan untuk menyesuaikan biaya produksi yang dikeluarkan. Namun, sebelum hal tersebut dilaksanakan hendaknya terlebih dahulu membenahi pelayanan terhadap pelanggan. ”Menurut saya kenaikan tarif PDAM itu sangat tidak layak, karena layanan selama ini pun belum maksimal. Kualitas air juga masih tidak layak termasuk distribusi ke pelanggan. Artinya wacana kenaikan tarif oleh PDAM tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang mereka berikan. Bahkan tarif yang sekarang pun saya katakan tidak sebanding,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Abdul Yajid sebelumnya menilai kalau rencana kenaikkan tarif PDAM Balikpapan terlalu terburu-buru. Sedianya perusahaan daerah ini harus lebih dulu meningkatkan kualitas pelayanan yang selama ini dinilai masyarakat belum maksimal. Kenaikan tarif pun harus mempertimbangkan besarannya dengan asumsi kemampuan pelanggan.

Menurut salah satu legislator dari fraksi berlambang banteng itu, keputusan untuk menaikkan tarif air dalam kondisi ekonomi belum stabil seperti sekarang ini dinilai kurang tepat. Apalagi kualitas pendistribusian air ke masyarakat Balikpapan belum maksimal.  Yajid juga menyoroti besaran tarif dalam rencana kenaikkan tersebut yang mencapai 8 sampai 9 persen. Menurutnya, hal itu terlalu besar.

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan berencana akan menaikkan tarif air sebesar 8 sampai 9 persen. Saat ini BUMD itu masih menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota Balikpapan untuk menaikan tarif air tersebut.  “Saat ini masih dalam pembahasan perhitungan. Kita tunggu keputusan Wali Kota dulu. Tapi kenaikan itu di bawah 10 persen,” kata Dirut PDAM Tirta Manggar Balikpapan Haidir Effendi, baru-baru ini.

Haidir menjelaskan, kenaikan tarif air itu mengikuti laju inflasi. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta tarif listrik yang sudah naik menambah biaya produksi air PDAM. “Barang modal kita naik semua,” tandasnya. Ia berharap agar secepatnya tarif air PDAM itu dinaikan oleh Wali Kota Rizal Effendi.  “Kalau saya maunya secepatnya tarif air PDAM ini naik, karena yang lainnya sudah pada naik,” katanya. Disebutkan, saat ini pihaknya mampu melayani hingga 76 persen pelanggan air PDAM dari 700 ribu lebih jumlah penduduk Kota Beriman.

Haidir menginginkan hingga 100 persen seluruh warga Balikpapan mendapatkan layanan air PDAM. Akan tetapi, hal tersebut tergantung kesiapan Pemkot untuk menyediakan air baku yang cukup untuk diolah pihaknya. “Kemampuan produksi PDAM saat ini hanya 1.200 liter kubik per detik yang tersedia untuk 95.500 sambungan pelanggan,” sebutnya.  PDAM menambah 3.000 sambungan baru di 2016 lalu, dengan sisa antrean pelanggan baru mencapai 1.900 rumah. Tahun lalu PDAM berhasil membukukan keuntungan kepada pemerintah kota sebesar Rp8 miliar. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title