background img

KEMISKINAN TURUN, EKONOMI MENINGKAT

1 minggu ago written by
Kemiskinan Turun, Ekonomi Meningkat

KPFM BALIKPAPAN – Tingkat kemiskinan nasional menurun. Artinya, jumlah orang miskin di Indonesia saat ini mengalami tingkat penurunan. Diketahui, saat ini jumlahnya 25.670.000 jiwa atau 25,67 juta jiwa.

Ini berdasarkan data angka kemiskinan tahun 2018. Di mana, jumlahnya mengalami penurunan dibanding data tahun 2017 dan tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo saat menyampaikan capaian hasil penyelenggaraan koordinasi nasional teknis perencanaan pembangunan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pada Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortek Renbang) Wilayah II di Balikpapan, Senin (11/3) malam.

“Dalam kurun waktu dua tahun penyelenggaraan koordinasi teknis renbang nasional telah tertuang banyak kemajuan dan hasil-hasil yang diperoleh. Antara lain menurunnya angka kemiskinan. Tahun 2017, angka kemiskinan masih di 10.12 persen. Namun di 2018, menurun menjadi satu digit. Yakni 9.66 persen. Jadi jumlah penduduk miskin kita kurang lebih 25.67 juta jiwa,” katanya.

Jumlah penduduk miskin tersebut, sambung Hadi Prabowo, tersebar di pedesaan dan perkotaan. Di mana, sebagian besar berada di daerah pedesaan. “Tersebar 60 persen di pedesaan. Kurang lebih sekitar 15.54 juta jiwa. Dan 40 persen di perkotaan. Artinya sekitar 10.13 juta jiwa,” imbuhnya.

Jika dibanding data tahun 2017, hasil koordinasi dan kinerja pemerintah pusat dan daerah telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan. Baik di pedesaan maupun perkotaan.

“Di pedesaan, terjadi pengurangan angka kemiskinan sebesar 770 ribu jiwa. Di perkotaan, pengurangan kemiskinan 140 ribu jiwa. Ini semua upaya sinergi pusat dan daerah dalam menekan angka kemiskinan. Ke depan, kita upayakan lebih meningkat lagi penurunannya,” ungkap mantan Sekretaris Daerah Jawa Tengah itu.

Mewakili Mendagri Tjahyo Kumolo, forum Rakortek Renbang Wilayah II dapat merumuskan formulasi untuk terus menekan angka kemiskinan di Indonesia. Khususnya daerah wilayah II tersebut, yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Meski jauh dari target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). Namun kondisinya terus meningkat sepanjang tahun 2016 hingga 2018.

“Tahun 2016 pada posisi 5.03 persen. Tahun 2017, 5.07 persen. Dan tahun 2018, 5.17 persen. Kalau dilihat dari target RPJMN sebesar 7 persen, kita masih rendah. Masih di bawah target. Namun dilihat dari tingkat kesejahteraan, ini cukup baik,” terangnya.

Namun demikian, sumbangan dari wilayah Indonesia bagian timur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tersebut dinilai kecil. “Sumbangan terbesar adalah provinsi di Pulau Jawa. Sebesar 58.48 persen. Sumatera, 2.58 persen. Kalimantan 8.20 persen,” pungkas Hadi Prabowo. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *