background img

KAWASAN RAPAK PERLU DISERIUSI

4 months ago written by
16 FEBRUARY 2017 - 3 RAPAK

Balikpapan – Upaya antisipasi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) melibatkan kendaraan berat di jalan turunan trafficlight Rapak, jalan Soekarno Hatta Km 0,5, tampaknya perlu diseriusi lagi. Tak cukup bergantung pada Perwali jam edar kendaraan besar, namun pengawalan dan sinergi lintas sektoral petugas di lapangan juga harus korporatif.

Sementara gagasan membangun flyover sebagai pemecah persoalan di kawasan itu kian sulit terjangkau bila berpijak pada kondisi riil keuangan daerah, maka solusi paling memungkinkan adalah pengawalan Perwali, dan aplikasi di lapangan. “Petugas harus selalu standby di titik lokasi rawan itu, seperti Polantas dan Dishub,” kata Sholeh (57) warga Muara Rapak.

Menurutnya, lemahnya tingkat kordinasi ini juga salah satu persoalan yang harus terjawabkan. Sekalipun Perwali telah direvisi, namun pengawasannya bisa jadi tidak berjalan semestinya. Peristiwa lakalantas terulang Kamis pagi (16/2) pukul 07.40 Wita juga bisa menjadi tolok ukur. Truk Fuso KT 8408 XQ yang dikabarkan menabrak beruntun mobil Avanza dan tiga sepeda motor, terkesan belum tertangani pada tingkat kordinasi yang diharapkan. Bahkan kejadian tersebut tidak segera terlaporkan rinci ke Polres Balikpapan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden kali ini.

Namun menurut pengakuan salah satu anggota Polantas Polres Balikpapan yang bertugas Bripka Bayu, kecelakaan tersebut diakibatkan kondisi sopir yang kurang sehat. Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan kernet. “Informasi dari kernet, sopirnya kelelahan, gak fit,” ujarnya.

Truk bermuatan rumput laut dari Kelurahan Handil menuju Pelabuhan Semayang itu tak diketahui keberadaannya setelah kejadian. Pagi itu belum ada laporan, seperti apa penyelesaian dengan pihak-pihak yang terpaksa dirugikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sudirman Djayaleksana mengaku kebingungan, karena saat pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait beban kendaraan, truk tersebut sudah tak berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Saat menelusuri ke Mapolres Balikpapan pihaknya tak menemukan jejak lakalantas tersebut. “Kami bingung untuk memeriksa truk tersebut, karena truknya sudah tidak ada di TKP. Tapi katanya sudah ditangani Polres,” ujar Sudirman.

Sementara itu Kanit Laka Polres Balikpapan Ipda Suripna saat ditemui di Mapolres Balikpapan Kamis siang (16/2) mengaku, belum mengetahui adanya peristiwa tersebut. “Saya belum dapat informasi. Mungkin hanya kecelakaan ringan, kalau kecelakaan berat pasti sampai kesini informasinya,” ujarnya. Namun saat dikonfirmasi Kamis sore, Ipda Suripna menguraikan bahwa lakalantas tersebut ternyata telah tertangani. “Sudah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Kepolisian hanya menengahi,” ujar Suripna. (ARIYANSAH/FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu Title