background img

KALTIM OPTIMALKAN SEKTOR HILIRISASI

6 hari ago written by
Kaltim Optimalkan Sektor Hilirisasi

KPFM BALIKPAPAN – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortek Renbang) Wilayah II, yakni mencakup daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Kegiatan resmi dibuka Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di lokasi pelaksanaan kegiatan, Gran Senyiur Hotel Balikpapan. Rapat koordinasi ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai 11-15 Maret 2019. Hadir dalam acara tersebut seluruh perwakilan kepala daerah di wilayah II tersebut.

Penyelenggaraan rapat koordinasi ini bertujuan membangun kesepahaman dan kesepakatan antara pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaganya dengan pemerintah daerah, tentang program, kegiatan, proyek, dan output prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 nanti.

“Yang akan dihasilkan tentunya penyelarasan antara perencanaan pembangunan pemerintah pusat dan daerah. Agar ada sinergitas, saling melengkapi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Wilayah perbatasan juga menjadi penekanan. Akan dibahas juga mengenai persoalan pendidikan dan pengangguran,” kata Hadi Prabowo kepada KPFM, usai membuka rapat koordinasi tersebut, Senin (11/3) malam.

Rapat koordinasi ini juga merupakan rangkaian forum perencanaan pembangunan untuk sinkronisasi kebijakan dan program yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah (RKP), rencana kerja (Renja) kementerian/lembaga dan sekaligus rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2020.

Sementara terkait RKP tahun 2020, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, mengusung tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas” dengan 5 prioritas nasional.

“Pertama, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. Kedua, infrastruktur dan pemerataan wilayah, ketiga, nilai tambah ekonomi, industrialisasi dan kesempatan kerja. Selanjutnya, ketahanan pangan, air, energi dan lingkungan hidup. Kelima, stabilitas pertahanan dan keamanan,” katanya.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Di mana, untuk wilayah Kalimantan, perekonomian diharapkan tumbuh sebesar 4.08 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 4.06 persen.

“Sementara Sulawesi, perekonomian diharapkan tumbuh sebesar 6.68 persen. Kemiskinian turun menjadi 9.65 persen. Nusa Tenggara, perekonomian diharapkan tumbuh sebesar 3.12 persen. Kemiskinan turun menjadi 16.85 persen. Maluku, perekonomian diharapkan tumbuh sebesar 6.88 persen. Kemiskinan turun menjadi 11.49 persen. Papua, perekonomian diharapkan tumbuh sebesar 7.18 persen. Kemiskinan turun menjadi 23.58 persen,” ujar Bambang.

Sementara untuk Kaltim, pemerintah daerah akan menyampaikan beberapa rencana pembangunan ekonomi dalam rapat koordinasi tersebut. Salah satunya adalah pengoptimalan sektor hilirisasi. Di antaranya keinginan untuk menghadirkan pengolahan biodiesel, produksi crude palm oil (CPO).

“Iya itu juga kita akan sampaikan. Karena rencana itu, sudah banyak pengusaha yang tertarik,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor di lokasi acara yang sama.(ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in D:\_htdoc\kapefm.com\wp-includes\class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *