background img

ISRAN DESAK RAMPUNGKAN RUU PEMINDAHAN IKN

3 minggu ago written by
ISRAN DESAK RAMPUNGKAN RUU PEMINDAHAN IKN (3)

KPFM BALIKPAPAN – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Saat ini, Pemerintah Pusat tengah menyusun draft pengajuan Rancangan Undang Undang (RUU) terkait penetapan lokasi baru ibu kota negara di Kaltim, yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

RUU penetapan lokasi IKN ini ditargetkan penyerahannya ke DPR RI pada akhir tahun 2019 ini. Setelah itu akan mulai dibahas pada agenda legislatif tahun 2020.

Menanggapi hal ini, Gubernur Kaltim Isran Noor berharap agar RUU penetapan lokasi ibu kota yang baru dapat segera diselesaikan oleh Pemerintah Pusat. Untuk kemudian diserahkan ke DPR RI.

“Saya berharap bisa segera diserahkan RUU pemindahan ibu kota ke DPR RI. Kalau kelamaan takutnya nanti berubah pikiran,” kata Isran dalam kegiatan talkshow rancang bangun dan pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kaltim di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (1/10) malam.

Isran optimistis pembahasan RUU pemindahan ibu kota negara akan mendapatkan dukungan dari sejumlah fraksi yang ada di DPR RI.

“Kan namanya politik, itu biasa kalau ada yang tidak setuju. Kalau misalnya semuanya setuju gak bagus juga, harus ada yang enggak setuju, tapi ndak banyak,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana pemindahan IKN ini, Pemprov kata Isran, berencana melakukan revisi terhadap aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Revisi RTRW Kaltim akan dilaksanakan dengan menyesuaikan dengan rencana penataan wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi ibu kota negara.

“RTRW kita juga akan diubah, menyesuaikan penataan kawasan yang ada di ibu kota nanti,” tuturnya.

Ia menambahkan, lokasi ibu kota negara yang baru akan jadi zona yang eksekutif sehingga lebih tertata untuk masa panjang.

“Lokasi ibu kota negara yang bersinggungan dengan sejumlah kawasan konservasi dijamin tidak akan merusak ekosistem yang ada,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *